Santri Expo MULIA Makassar Padukan Hafalan Qur’an, Panahan dan Pilah Sampah

LENSA, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan menggelar Santri Expo MULIA: Hifdzil Qur’an dan Keterampilan 2026 pada 22-27 September 2026. Kegiatan ini tidak hanya berisi perlombaan keagamaan, tetapi juga panahan tradisional, pembinaan remaja masjid, hingga edukasi pengelolaan lingkungan.

Kepala Bagian Kesra Kota Makassar Mohammad Syarief mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi pelajar mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan, olahraga, kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Rangkaian Santri Expo MULIA dimulai pada 22 September untuk tingkat TK/PAUD dan SD, dilanjutkan tingkat SMP pada 23 September dan SMA pada 24 September. Selanjutnya, Tabligh Akbar Remaja Masjid yang dirangkaikan dengan penilaian urban farming dan pemilahan sampah digelar pada 25 September. Adapun lomba panahan tradisional berlangsung pada 26 dan 27 September.

“Untuk tingkat SD maupun TK kita adakan di tanggal 22 September. Kemudian untuk tingkat SMP tanggal 23 September. Untuk tingkat SMA adalah tanggal 24 September,” kata Syarief, Selasa (15/9/2026).

“Tabligh Akbar Remaja Masjid ini yang dirangkaikan dengan penilaian juga urban farming dan pemilahan sampah itu di tanggal 25 September. Tanggal 26 dan 27 adalah lomba memanah,” lanjut Syarief.

Salah satu agenda yang menjadi bagian dari rangkaian tersebut adalah lomba panahan tradisional. Menurut Syarief, lomba ini diperuntukkan bagi peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dan diupayakan menjadi agenda tahunan.

“Kegiatan ini adalah untuk tingkat SD, SMP, SMA ini akan ada juga lomba memanah secara tradisional, sehingga kita usahakan lomba memanah ini selalu terlaksana setiap tahun,” kata Syarief.

Ia mengatakan perlengkapan yang digunakan dalam perlombaan tersebut merupakan alat panah tradisional, bukan peralatan panahan modern.

“Alat panahnya memang alat tradisional, bukan yang modern,” ujarnya.

Selain panahan, Kesra Makassar memberikan perhatian pada pembinaan remaja masjid melalui program urban farming dan pemilahan sampah. Pelatihan mengenai dua kegiatan tersebut telah diberikan sebelum pelaksanaan Santri Expo MULIA dan akan kembali diperkuat dalam Tabligh Akbar Remaja Masjid.

“Di samping itu pula, kami sebelumnya sudah memberikan pelatihan urban farming maupun pemilahan sampah untuk remaja masjid. Insyaallah itu juga akan menjadi fokus kami pada saat Tabligh Akbar Remaja Masjid,” jelas Syarief.

Menurut Syarief, remaja masjid diharapkan dapat menjadi penggerak kepedulian lingkungan dengan memulai pemilahan sampah dari masjid masing-masing.

“Kami juga lagi menggalakkan agar supaya seluruh remaja-remaja masjid mampu mengelola pemilahan sampahnya dari masjid yang bersangkutan, menjadi contoh di sekeliling wilayahnya,” tutur Syarief.

“Masjid itu, bisa juga area luar memilah sampah,” tambah Syarief.

Di sisi lain, Kesra Makassar juga telah memulai verifikasi lapangan untuk lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Sekolah yang mengikuti penilaian merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di Kota Makassar.

Pihak kecamatan telah mengirimkan sekolah-sekolah yang menjadi perwakilan. Tim Kesra kemudian melakukan verifikasi langsung ke sekolah-sekolah tersebut.

“Alhamdulillah khusus untuk lomba UKS ini kami sudah mulai verifikasi di lapangan. Pihak kecamatan sudah mengirimkan sekolah-sekolah yang mewakili kecamatannya,” ungkap Syarief.

Seluruh rangkaian kegiatan Santri Expo MULIA akan digelar di Masjid Raya Makassar dan Masjid Agung Maros. Kesra Makassar menyiapkan total hadiah Rp150 juta untuk seluruh rangkaian kegiatan.

“Total hadiah yang diperebutkan, karena ini ada hadiah yang kami sudah siapkan, insyaallah dari total kegiatan ini adalah Rp150 juta kita sudah siapkan anggarannya,” tutup Syarief. (*)

Comment