Jelang Jadi Pemilih Pemula, 528 SMA/SMK di Sulsel Bakal Simulasikan Demokrasi Lewat Pilketos

LENSA, MAKASSAR — Sebanyak 528 SMA/SMK di Sulawesi Selatan bakal menjadi ruang belajar demokrasi bagi ribuan pelajar melalui Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak 2026.

Tak sekadar memilih ketua organisasi siswa, kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 itu diproyeksikan menjadi simulasi demokrasi bagi pelajar yang sebagian di antaranya akan segera memasuki usia sebagai pemilih pemula.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan pun dilibatkan untuk mendampingi pelaksanaan Pilketos tersebut. KPU Sulsel bersama 24 KPU kabupaten/kota diminta memberikan pendampingan kepada seluruh SMA/SMK yang mengikuti Pilketos Serentak 2026.

Rencana itu mengemuka dalam audiensi KPU Sulsel dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026), di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel.

Anggota KPU Sulsel Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Hasruddin Husain, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari pendidikan pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU setelah tahapan pemilu berakhir.

“Kehadiran kami dalam hal melaksanakan pendidikan pemilih berkelanjutan dimasa post election, tentunya dengan berkolaborasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2026 di SMA/SMK se-Sulawesi Selatan,” ujar Hasruddin.

Menurut Hasruddin, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan pemahaman demokrasi sejak dini. Apalagi, para siswa SMA/SMK akan menjadi bagian dari kelompok pemilih pemula dalam pemilu mendatang.

Pengalaman Pilketos Serentak 2025 menjadi salah satu alasan KPU Sulsel dan Dinas Pendidikan kembali melanjutkan kolaborasi tersebut.

Hasruddin berharap siswa tidak hanya belajar bagaimana menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami nilai-nilai demokrasi dan mampu menyebarkannya di lingkungan sekitar.

“Mengingat suksesnya pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2025, kami berharap kolaborasi ini menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa-siswi SMA/SMK di Sulawesi Selatan hingga kedepan dapat menjadi agen demokrasi yang mampu memberikan edukasi tentang demokrasi dan kepemiluan di lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut.

Dia menilai Pilketos Serentak dapat menjadi sarana konkret untuk mengenalkan demokrasi kepada pelajar. Proses pemilihan ketua OSIS dinilai dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang pentingnya partisipasi dan menentukan pilihan secara bertanggung jawab.

“Pendidikan pemilih berkelanjutan melalui Pemilihan Ketua OSIS Serentak ini merupakan kegiatan yang dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada siswa-siswi SMA/SMK, dan juga sebagai upaya dalam meningkatkan partisipasi pemilih bagi pemilih pemula hingga dapat menciptakan pemilih yang cerdas,” ungkapnya.

Iqbal bahkan meminta KPU Sulsel tidak hanya terlibat secara kelembagaan di tingkat provinsi. Jajaran KPU di 24 kabupaten/kota juga diminta turun langsung mendampingi sekolah-sekolah peserta.

“528 SMA/SMK se-Sulawesi Selatan akan melaksanakan Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2026, kami meminta KPU Sulsel bersama 24 KPU Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan untuk dapat melakukan pendampingan di 528 SMA/SMK dalam pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2026,” ujarnya.

Pendampingan KPU diharapkan membuat Pilketos tidak sekadar menjadi agenda rutin sekolah. Para pelajar dapat diperkenalkan dengan proses demokrasi, mulai dari mengenal calon, menyampaikan visi dan misi, menentukan pilihan, hingga menerima hasil pemilihan.

Dengan pola tersebut, Pilketos diharapkan menjadi pengalaman awal bagi pelajar sebelum nantinya mereka benar-benar menggunakan hak politiknya dalam pemilu.

Kepala Bagian SDM, Partisipasi dan Humas KPU Sulsel, Sutami, berharap pelaksanaan Pilketos Serentak 2026 dapat berjalan sukses di seluruh sekolah peserta.

“Semoga Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2026 yang diikuti 528 SMA/SMK se-Sulawesi Selatan pada tanggal 30 September 2026 bisa berjalan dengan sukses,” kata Sutami. (*)

Comment