Pelantikan DPW NasDem Sulsel Ditunda, Syaharuddin Alrif Pilih Fokus Bantu Warga Terdampak El Nino

LENSA, MAKASSAR — Pelantikan pengurus DPW NasDem Sulawesi Selatan periode terbaru belum akan digelar dalam waktu dekat. Ketua DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif memilih menunda agenda tersebut dan meminta seluruh kader lebih dulu fokus pada kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan panjang dan fenomena El Nino.

Syaharuddin mengatakan, saat ini bukan momentum yang tepat bagi partai untuk menggelar seremoni besar ketika masyarakat di sejumlah daerah Sulsel sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

“Tenang. Kita lewati dulu kesulitannya rakyat akibat fenomena El Nino dan kekeringan panjang ini. Fokus kita sekarang di situ,” kata Syaharuddin seusai pembukaan Bimtek dan Konsolidasi Anggota Fraksi NasDem se-Sulsel di Hotel Claro Makassar, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, dampak kekeringan tidak selalu terasa bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan, khususnya Makassar. Karena itu, ia meminta kader NasDem yang memiliki keluarga di daerah untuk melihat langsung kondisi masyarakat.

“Mungkin, kalian yang tinggal di Ibu Kota, seperti di Makassar, itu tidak begitu merasakan. Tapi kalau kamu punya keluarga di daerah, coba tanyakan sendiri bagaimana dampaknya ini kekeringan,” ujarnya.

Syaharuddin menilai persoalan tersebut sangat serius karena berkaitan langsung dengan sektor pangan. Ia menyebut sekitar 80 persen kabupaten di Sulsel memiliki sumber penghidupan yang berkaitan dengan pangan.

“Karena begini, Sulsel ini kan 80 persen kabupatennya itu bersumber dari pangan. Dan seperti kita ketahui, Sulsel itu jadi salah satu provinsi di Indonesia dengan hasil produksi pangan terbesar di Indonesia, setelah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” katanya.

Karena itu, Syaharuddin tidak ingin NasDem terburu-buru menggelar pelantikan pengurus DPW yang berpotensi menghabiskan perhatian dan energi di tengah kondisi masyarakat yang sedang sulit.

“Kalau kita buru-buru mau pelantikan, nanti apa kata masyarakat? Bisa-bisa rakyat bilang, ‘Kita ini sedang susah, lain juga yang kalian (partai politik) urusi’,” tuturnya.

Bagi Syaharuddin, keberadaan partai politik harus tetap dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama ketika warga sedang menghadapi persoalan serius.

“Karena kapan kita tinggalkan rakyat, sudah tidak ada lagi gunanya berpartai. Karena sekarang rakyat sedang susah, makanya kita harus hadir,” tegasnya.

Ia mengakui konsolidasi organisasi dan pelantikan kepengurusan tetap penting bagi NasDem. Namun, agenda tersebut tidak boleh membuat kader melupakan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

“Mengkonsolidasikan partai itu penting, tapi mengingatkan kader untuk tetap menjaga partisipasi kita terhadap kebutuhan masyarakat itu jauh lebih penting,” katanya.

Syaharuddin juga mengingatkan agar aktivitas partai tidak justru menciptakan citra yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

“Kita juga ingin menjaga dinamika partai. Kita tidak mau muncul ke publik hanya untuk hal-hal yang kontra produktif terhadap kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Meski pelantikan belum menjadi prioritas dalam waktu dekat, Syaharuddin memastikan struktur kepengurusan DPW NasDem Sulsel sebenarnya sudah mendapatkan pengesahan dari DPP NasDem.

Hal itu disampaikan Syaharuddin ketika ditanya apakah Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPW NasDem Sulsel telah diterbitkan DPP.

“Sudah ada,” jawabnya singkat. (*)

Comment