Diduga Tidak Tepat Sasaran, Lankoras-Ham Soroti Bantuan Irigasi Perpompaan di Takalar

LENSA, TAKALAR – Wakil Ketua DPW Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham) Sulsel, Adi Nusaid Rasyid mengendus bagi-bagi program bantuan irigasi perpompaan di Takalar yang diperuntukkan untuk masyarakat petani.

Aktivis anti rasuah itu menemukan adanya sejumlah bantuan perpompaan di daerah itu diduga tidak tepat sasaran karena diduga dikerjakan yang bukan ketua kelompok tani.

“Indikasinya kelompok tani direntalkan kepada orang-orang tertentu yang dekat dengan pihak Dinas Pertanian Takalar,” kata Adi Nusaid Rasyid kepada wartawan di Makassar, Senin 31 Agustus 2026.

Adi Nusaid Rasyid berjanji dalam waktu dekat akan menyurati pihak Kementerian Pertanian (Kementan) RI agar bantuan program irigasi perpompaan tersebut disetop sementara waktu ke Kabupaten Takalar.

“Kami mendesak pihak Kementan RI agar bantuan program irigasi permpopaan tersebut disetop sementara waktu ke Kabupaten Takalar karena program tersebut diduga tidak tepat sasaran ke masyarakat petani,” sambung Adi Nusaid Rasyid.

Sejumlah ketua kelompok tani ditemui wartawan juga membenarkan adanya sejumlah pihak yang menawarkan rental kelompok tani dengan iming-iming akan diberi sejumlah imbalan uang.

“Ada beberapa orang yang menghubungi saya meminta kelompok saya untuk dipakai mengerjakan irigasi perpompaan dari Dinas Pertanian tapi saya tolak,” ungkap salah seorang ketua kelompok tani di Takalar yang minta identitasnya dirahasiakan saat dikonfirmasi, Senin (31/8).

Kepala Dinas Pertanian Parawangsa belum berhasil dikonfirmasi soal dugaan bagi-bagi program bantuan irigasi perpompaan di Dinas Pertanian Takalar, sampai berita ini diterbitkan. (*)

Comment