LENSA, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan beasiswa prestasi bagi enam pelajar yang berhasil lolos sebagai finalis Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Nasional 2026.
Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada peserta didik yang mampu mengharumkan nama daerah melalui prestasi di tingkat nasional.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pemerintah kota berkomitmen memberikan dukungan kepada siswa-siswi yang berprestasi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga seni dan kreativitas.
“Sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi, Pemkot Makassar berkomitmen memberikan beasiswa prestasi kepada peserta didik yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional,” tutur Munafri, Rabu (28/7/2026).
Menurut dia, keberhasilan pelajar Makassar di ajang nasional menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan yang juga diukur dari kemampuan peserta didik mengembangkan seni, kreativitas, dan karakter.
“Pemerintah Kota Makassar akan terus hadir mendukung anak-anak kita yang berprestasi. Mereka adalah aset daerah dan calon pemimpin masa depan,” jelas Munafri.
“Prestasi harus dihargai, salah satunya melalui pemberian beasiswa sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar terus berkarya serta mengharumkan nama Makassar di tingkat nasional maupun internasional,” sambung Munafri.
Ia menilai pemberian penghargaan penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendorong peserta didik berani berkompetisi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Dengan prestasi yang diraih siswa tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun sekolah, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya,” harap Munafri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman mengatakan keberhasilan enam pelajar menembus FLS3N Nasional merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berjenjang oleh sekolah bersama Dinas Pendidikan.
“Prestasi ini adalah buah dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan kerjasama semua pihak,” ujar Achi.
Achi menyebut proses pembinaan melibatkan guru, orang tua, pembimbing, pelatih, praktisi seni hingga pemerintah kota. Pendampingan juga tidak berhenti setelah lomba tingkat kota, melainkan dilanjutkan melalui pelatihan dan pendampingan agar peserta mampu bersaing di tingkat nasional.
“Pembinaan siswa tidak berhenti setelah lomba tingkat kota selesai, tetapi terus mengawal para juara melalui berbagai pelatihan dan pendampingan agar mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Achi.
Ia menjelaskan para finalis sebelumnya melewati seleksi mulai dari tingkat satuan pendidikan, kecamatan, Kota Makassar hingga Provinsi Sulawesi Selatan. Nama peserta yang lolos kemudian diumumkan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pengumuman Nomor 1459/B/H3/PN.00/2026.
Achi mengatakan pembinaan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga mempersiapkan mental dan kepercayaan diri agar mampu tampil maksimal saat bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
“Setelah pelaksanaan FLS3N tingkat Kota Makassar, para juara mendapatkan pembinaan lanjutan melalui program training center,” ungkapnya.
Pada jenjang SMP, Kota Makassar mengirim wakil dari UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar pada cabang Ansambel Campuran Tiga Alat Musik, UPT SPF SMP Negeri 22 Makassar pada cabang Ilustrasi, serta UPT SPF SMP Negeri 30 Makassar pada cabang Mendongeng.
Sementara pada jenjang SD, SD Telkom Makassar lolos pada cabang Menyanyi Solo dan Tari, sedangkan UPT SPF SD Negeri Komplek Sambung Jawa menjadi wakil Makassar pada cabang Pantomim.
“Capaian tersebut memperlihatkan bahwa potensi peserta didik Makassar tersebar pada beragam bidang seni,” tuturnya.
“Mulai dari musik, seni rupa, sastra dan keterampilan bercerita hingga seni pertunjukan,” sambung Achi.
Ia menegaskan Dinas Pendidikan akan terus memperkuat sistem pembinaan prestasi agar semakin banyak pelajar Makassar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami juga mengimbau agar para guru dan sekolah tidak hanya berfokus pada siswa yang telah memiliki prestasi, tetapi memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk menemukan bidang yang menjadi kekuatan masing-masing,” pesan Achi. (*)
Comment