Pelantikan Pengurus Golkar Sulsel Tunggu Jadwal Bahlil 

LENSA, MAKASSAR — Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Sulsel Periode 2026-2031 belum ada kepastian. Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengaku, jadwal pelantikan masih dalam tahap penyesuaian jadwal dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia.

“Kita masih tunggu jadwal ketua umum,” kata IAS, pada Senin (7/9/2026).

IAS menjelaskan, tiap proses pelantikan pengurus DPD I atau tingkat provinsi, selalu diupayakan dihadiri oleh Ketua Umum DPP Golkar. Untuk itu, masih dicarikan waktu agar terjadi kesesuaian jadwal, mengingat tugas Bahlil yang juga merupakan Menteri ESDM.

Lebih lanjut, IAS mengatakan, struktur kepengurusan Golkar Sulsel kini tengah dalam tahap proses perampungan. Khusus untuk jabatan strategis, IAS membeberkan siapa saja yang akan mengisi pos tersebut.

“Sekretaris itu Rahman Pina. Bendaharanya Amirullah Nur. Kalau ketua harian, Supriansa,” ungkap IAS.

Perihal alasannya, IAS menegaskan, semua kader Golkar berhak dan berkemampuan untuk mengemban amanah. Hanya memang, IAS tak menampik, ada alasan personal yang mengharuskan dirinya memilih nama-nama tersebut di jabatan strategis.

“Semua orang punya kualitas untuk menduduki setiap jabatan di Golkar, namun secara subjektif orang-orang yang akan mendampingi saya adalah betul-betul orang yang melekat, sehingga pilihannya harus saya seleksi,” bebernya.

Secara total, lanjut IAS, kepengurusan yang disusun berjumlah hampir 200 orang. Mulai dari jabatan wakil ketua yang terdiri 23 orang.

“Wakil Ketua ada 23 orang. Karena dapil (untuk DPRD Sulsel) aja ada 11, dan semua dapil pemenangan pemilunya ada wakil ketua. Wakil sekretaris dan wakil bendahara juga ada. Biro ada 16,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi DPP Golkar, Mukhammad Misbakhun berharap kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel di IAS mampu menjadi wadah bagi seluruh kekuatan partai.

Misbakhun menilai struktur kepengurusan Golkar Sulsel perlu disusun dengan mengakomodasi berbagai unsur, termasuk ormas pendiri dan kekuatan lain yang selama ini berkontribusi terhadap perkembangan partai.

“Sebagai pengurus DPP Golkar, tentunya saya juga ingin mendorong agar struktur pengurus DPD I merupakan tim yang solid dan berasal dari semua unsur ormas serta seluruh kekuatan yang ada,” kata Misbakhun di Makassar, kemarin (6/9/2026).

Menurut Misbakhun, keterlibatan seluruh unsur tersebut penting agar konsolidasi internal Golkar Sulsel semakin kuat di bawah kepemimpinan IAS.

“Tujuannya supaya semuanya berada dalam sebuah konsolidasi yang kuat di bawah kepemimpinan Bapak Ilham Arief Sirajuddin. Beliau adalah tokoh yang hebat, memiliki pengalaman dan sejarah yang panjang di wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menilai IAS memiliki pengalaman dan rekam jejak panjang di Sulawesi Selatan sehingga kepemimpinannya di Golkar harus didukung dengan struktur yang solid.

Misbakhun mengatakan IAS kini mengabdikan diri untuk mengurus Partai Golkar. Karena itu, seluruh kader dan kekuatan partai dinilai perlu bergerak bersama untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan.

“Beliau sekarang mengabdikan dirinya untuk mengurus Partai Golkar. Dalam situasi Partai Golkar saat ini, dibutuhkan kerja keras untuk mengembalikan kembali kejayaan Partai Golkar dan mengangkat Partai Golkar setinggi-tingginya di wilayah Sulawesi Selatan,” katanya.

Harapan terhadap kepengurusan baru Golkar Sulsel juga disertai pesan agar proses penyusunan struktur tidak menjadi arena perebutan posisi.

Misbakhun secara khusus mendorong agar SOKSI mendapat ruang dalam kepengurusan Golkar Sulsel.

Namun, menurutnya, kepentingan untuk memperkuat organisasi harus ditempatkan di atas kepentingan mendapatkan jabatan.

“Dorongan kami tentunya, kalau bisa diisi oleh SOKSI, itu bagus. Tetapi Golkar ini harus dibangun bersama-sama dengan mengedepankan kebersamaan,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan kepengurusan agar tidak menjadikan jabatan sebagai sumber persaingan yang justru melemahkan partai.

“Jangan sampai kita justru rebutan jabatan. Yang paling penting adalah bagaimana menjaga dan menjamin kebersamaan. Golkar selama ini berdiri dan berkembang dengan semangat kebersamaan,” ujar Misbakhun.

Menurutnya, persoalan perebutan posisi dapat berdampak terhadap soliditas internal jika tidak dikelola dengan baik.

“Jangan sampai karena persoalan jabatan, akhirnya justru terjadi perpecahan. Daripada kita rebutan dan akhirnya terpecah belah, lebih baik kita membangun kebersamaan dan memperkuat Partai Golkar bersama-sama,” katanya. (*)

Comment