LENSA, TAKALAR – Kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Takalar, belakangan ini ramai mendapat sorotan tajam dari masyarakat Takalar.
Sorotan itu mengemuka pasca Tim Takalar dinyatakan Walk Out (WO) karena absen bertanding dengan Tim Jeneponto di Liga perebutan Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 Zona Selatan yang digelar di Kabupaten Jeneponto.
“Jeneponto dinyatakan menang WO 3-0 karena Tim dari Takalar tidak datang,” demikian narasi yang beredar dijagat maya sosial media Tiktok.
Banyak warga masyarakat Takalar menilai, absennya Tim pesepak bola Takalar berlaga di Kabupaten Jeneponto karena Tim tidak terurus dengan baik, musababnya, ketua Askab PSSI merangkap jadi Camat, sedangkan wakil ketuanya diduga nyambi jadi kontraktor.
“Ketua Askab PSSI rangkap jadi Camat di wilayah Galesong Utara, sedangkan wakil ketuanya sibuk karena pemborong. Sementara sekretarisnya tersangkut dengan kasus nanas di Kejati Sulsel,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Selain itu ada juga warga masyarakat Takalar yang menyesalkan absennya Tim pesepak bola Takalar berlaga dengan Tim Jeneponto di Kabupaten Jeneponto.
“Kasihan nama daerah Takalar dibawa-bawa kalah WO,” jelas Haji Ziaurrahmam Nompo dalam diskusinya di grup WhatSapp Kabar Takalar. Bahkan ia berceloteh dengan kalimat biasanya kalau kalah WO karena kehabisan bensin.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi resmi dari ketua Askab PSSI dan Wakil Ketua PSSI Takalar. (*)
Comment