Bupati Bone dan YBH2I Jajaki Investasi Pengelolaan Sampah Modern, Dorong Bone Menjadi Kabupaten Percontohan Ekonomi Sirkular di Indonesia

LENSA, BONE – Langkah strategis menuju tata kelola lingkungan yang modern kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bone. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menerima kunjungan silaturahmi Multazan Haseng, S.H., C.Med., mewakili Yayasan Bantuan Hukum Hasanuddin Indonesia (YBH2I), merupakan Tim Hukum PT,Ricky Pratama Sejahtera pengumpul dan transporter Limbah B3 (Bahan berbahaya dan Beracun), dalam sebuah pertemuan yang membahas peluang pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui kerja sama dengan investor nasional maupun internasional.

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Ta Sugi Jenderal Sudirman, Tanete Riattang, Kabupaten Bone, tersebut menjadi forum strategis untuk membahas solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi, lapangan kerja, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak bertukar gagasan mengenai konsep pengelolaan sampah berbasis teknologi modern yang mengedepankan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), penguatan ekonomi sirkular, dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi maupun bahan baku industri.

Bupati Bone menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone terbuka terhadap berbagai bentuk investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sepanjang tetap mengedepankan aspek hukum, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan warga.

“Kabupaten Bone memiliki komitmen untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah. Pengelolaan sampah modern merupakan salah satu sektor strategis yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Bone.

Sementara itu, Multazan Haseng, S.H., C.Med. menyampaikan bahwa YBH2I siap berperan sebagai mitra strategis dalam menghubungkan pemerintah daerah dengan calon investor yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan sampah terpadu. berbasis pengalaman yang selama ini banyak berkegiatan di Wilayah Industri Makassar sejak Tahun 2007 yang sebelumnya pernah menjadi Tim Kerja PT,KIMA (Persero)

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai beban daerah, melainkan sebagai aset ekonomi yang apabila dikelola secara profesional akan menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat.

“Saat ini banyak investor yang tertarik mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi, bahan baku industri, maupun produk bernilai ekonomi. Bone memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah percontohan di Indonesia apabila seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi,” ungkapnya.

Selain membahas peluang investasi, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat mengenai budaya hidup bersih, pengurangan sampah dari sumbernya, serta peningkatan partisipasi dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembangunan sektor lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil dinilai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pengembangan investasi di sektor persampahan diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing Kabupaten Bone sebagai daerah yang ramah investasi dan peduli lingkungan.

Silaturahmi tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembangunan daerah memerlukan sinergi lintas sektor, di mana pemerintah, masyarakat, dan investor dapat berjalan bersama menghadirkan solusi nyata bagi masa depan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kabupaten Bone diharapkan mampu menjadi salah satu pelopor transformasi pengelolaan sampah modern di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)

Comment