Beredar Foto Kecoa di Menu MBG Kalabbirang Takalar

LENSA, TAKALAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Yayasan Berkah Wijaya Makmur di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulsel, kembali jadi sorotan.

Sorotan itu muncul pasca foto bangkai kecoa beredar di menu MBG yang akan diporsikan ke penerima manfaat.

Salah seorang sumber, Mega mengaku menemukan bangkai kecoa di sejumlah bagian dapur dan bahkan menyebut pernah melihat kecoa berada di sekitar makanan yang akan diporsikan.

“Saya pernah melihat kecoa berada di sekitar makanan, termasuk tahu,” kata Mega saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia pun mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Selatan turun langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan kondisi sanitasi, peralatan, serta fasilitas dapur SPPG Kalabbirang.

“Saya mendesak BGN untuk segera mengecek dapur MBG tersebut,” kata Mega saat dikonfirmasi belum lama ini.

Selain kecoa, Mega juga menyoroti sejumlah fasilitas pendukung pada pengolahan makanan, salah satunya penggunaan lemari pendingin atau showcase yang menurutnya merupakan peralatan bekas dan perlu dievaluasi kelayakannya.

“Peralatan bekas ini harus juga dievaluasi, salah satunya penggunaan lemari pendingin atau showcase-nya,” sambung Mega.

Sementara, pemilik Yayasan Berkah Wijaya Makmur Andi Cendrawati, mengatakan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan perusahaan jasa pengendalian hama.

Menurutnya, dapur yang juga dikenal sebagai dapur Kalampa tersebut telah memiliki kontrak kerja sama dengan Loestigop, perusahaan yang bergerak dalam pengendalian tikus, serangga, nyamuk dan jenis hama lainnya.

Ia menyebut tindakan pengendalian atau treatment telah dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan higienitas dapur.

“Dapur Kalampa telah berlangganan dan melakukan kontrak kerja sama dengan Loestigop, perusahaan yang secara profesional membasmi tikus, serangga, nyamuk serta sejenisnya dan sudah dilakukan perlakuan atau treatment,” kata Andi Cendrawati saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa pihak pengelola memiliki perhatian terhadap aspek higienitas makanan karena makanan yang diproduksi diperuntukkan bagi penerima manfaat program MBG.

“Hal-hal seperti ini kami juga sangat peka untuk tidak pernah ada di dapur kami, sebab higienis makanan yang diutamakan,” sambungnya.

Terkait pernyataan Mega mengenai dugaan kecoa di dapur maupun makanan, Andi Cendrawati menyayangkan pernyataan tersebut. Ia menilai tudingan tersebut telah merugikan nama baik pihak dapur.

“Yang disampaikan itu Mega saya anggap sebagai pencemaran nama baik dapur saya. Oleh karena itu, sudah sudahlah. Marilah kita bersahabat dan berteman untuk menyukseskan program ini,” tandas Andi Cendrawati. (*)

Comment