Klaim Intimidasi Oma-Opa Disebut “Drama”, Netizen Desak Pungli PBG Gowa Diusut Tuntas

LENSA, GOWA – Klaim pasangan suami istri Hardianto Rachim alias Opa dan Rahmi Palanna (Oma) yang merasa terintimidasi dalam kasus dugaan pungli dan gratifikasi perizinan di wilayah Kabupaten Gowa, justru menuai kritikan dan bahan sindiran dari sejumlah netizen.

Di akun Instagram milik salah satu perusahaan media ternama di Sulsel, netizen “meluapkan” kekecewaannya terhadap Oma dan Opa yang dinilai terkesan mendramatisir pernyataannya saat memberikan keterangan pers. Apalagi didampingi kuasa hukum Bupati Gowa Husniah Talenrang, dan Muhammad Basri alias Ombas, yakni Adi Bintang. Husniah maupun Ombas, namanya ikut terseret dalam kasus yang ditangani kepolisian.

Sejumlah netizen mempertanyakan sikap Oma dan Opa sebagai saksi dalam kasus ini. Jika memang menganggap dirinya tidak terlibat dalam kasus tersebut, seharusnya mengikuti semua proses yang berjalan di kepolisian. Begitupun sebaliknya, jika ikut terlibat atau mengetahui, maka harus berani berkata jujur dan mempertanggungjawabkan tanpa mencoba mendramatisir.

“Berani berbuat, berani bertanggungjawab dong,” tulis akun bernama abadidedi1993, di kolom komentar akun Instagram milik salah satu perusahaan media cetak dan online di Sulsel, Rabu (9/9/26).

“Kalau tidak salah untuk apa takut. Klw benar yah santai saja,” ucap netizen lainnya, Kerabat_Antowi.

Ada juga yang menyoroti soal dugaan rekening milik pasangan ini yang dijadikan penampungan “duit haram” dari pungutan liar dari oknum pejabat tinggi di Gowa beserta pria berinisial MB.

“Sekarang nangis-nangis minta perlindungan Kapolri. Emangnya Kapolri mau melindungi kejahatan,” sindir pemilik akun ban9_uc0k.

Begitu juga yang dikomentari netizen lainnya yang menganggap jika bicara jujur belum cukup, karena dalam hukum perlu bukti. Ibarat kata, tulisnya, kalau semua maling mengaku pasti penjara penuh.

“Kami monitor proses hukum ta ibu saya rasa semua jelas peran dan keterlibatan beberapa pihak,” sebutnya.

Ada pula netizen yang menilai jika pernyataan Oma dan Opa ini, seperti seri “drakor” dan “dracin”. Di tambah saat menjadi saksi di Pansus Hak Angket DPRD Gowa belum lama ini, terkesan berbelit-belit dan berbeda dengan saksi lainnya.

“Drama mko sedeng,” sindir pemilik akun shwadinda, lalu di bawahnya ada komentar dari netizen lain @andiwiraabe, “mari-mari Moko DRAKOR.”

Sebagian warga net yang ikut mengomentari postingan tersebut memberi dukungan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pungli PBG Gowa tanpa pandang bulu, dan menyeret siapapun yang terlibat. “Harus diberantas pungli PBG di Gowa,” desak pemilik akun syahrul_bocili.

Meski demikian, beberapa netizen juga memberi dukungan kepada Oma dan Opa dalam menghadapi kasus ini. Termasuk mengritik sikap penyidik kepolisian seperti keterangan yang disampaikan Oma dan Opa. (*)

Comment