LENSA, MAKASSAR – Pernyataan Muhammad Basri atau Ombas dan BK yang membantah tidak melakukan perselingkuhan dengan alasan jika dirinya adalah duda dan Bupati Gowa, Husniah Talenrang (HT) seorang janda, justru bisa ditanggapi dan menguatkan bukti-bukti selama ini jika adanya dugaan perbuatan tercela atau pelanggaran moral di antara keduanya.
Mengingat, Husniah baru menceraikan suaminya Khaerul Aco di tahun 2026. Begitupun dengan Basri, disebut-sebut masih bersama istrinya tahun lalu atau sebelum bercerai. Sementara kesaksian beberapa orang yang pernah dekat dengan Husniah saat dihadirkan sebagai saksi di sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa, hubungan “spesial” antara HT dan Ombas justru terjadi jauh sebelum keduanya menyandang status janda dan duda.
Dari keterangan beberapa saksi, hubungan antara BK dan HT sudah terjalin lama. Seperti pengakuan mantan sopir pribadi HT, Wahyu dan Nur Alam, ia mengetahui sejak Pileg 2024 atau sebelum HT menjadi bupati.
Begitu pun kesaksian saksi lainnya yang merupakan “orang dalam” di lingkup Rumah Jabatan Bupati maupun di lingkup Pemkab Gowa yang banyak bersentuhan dengan Husniah saat menjabat, mengungkap beberapa fakta soal hubungan HT dan BK mulai Februari 2025 hingga Juli 2025.
Artinya jika mengacu pada fakta dan kesaksian di persidangan ini, maka status HT saat itu masih menjadi istri sah Khaerul Aco, dan BK masih menjadi suami dari istrinya kala itu.
Saksi-saksi yang mengetahui adanya perbuatan tercela juga sebagian besar orang terdekat atau orang dalam di lingkup rumah jabatan bupati dan OPD Pemkab Gowa. Di antaranya yang sudah memberikan kesaksian, yakni mantan sopir pribadi Husniah, Wahyu Akbar, Nuralam (staf rujab), Kepala Rumah Tangga Rujab Bupati Gowa yakni Rahmi Pallanna alias Oma dan suaminya Herdianto Rahim alias Opa, lalu pasangan suami istri sekaligus staf protokol yang bertugas di rujab yakni Becam atau Yusran (mantan Kades Tamanyelleng) dan istrinya Sahriani.
Begitu juga beberapa saksi lainnya, seperti
Muh Natsir (Asisten III Setkab Gowa dan mantan Kabag Pemerintahan), Akbar Fauzi Saputra (mantan Kabag Umum), Iis Nurismi (mantan Kabag Protokol), Indra Wahyudi Yusuf (Kepala Bapenda Gowa) dan Muh Agussalim Harahap (mantan Inspektur Inspektorat).
Sementara saksi lainnya merupakan orang terdekat atau orang dalam Bupati Gowa yakni Nuralam (staf rujab), Kepala Rumah Tangga Rujab Bupati Gowa yakni Rahmi Pallanna alias Oma dan suaminya Herdianto Rahim alias Opa, lalu pasangan suami istri sekaligus staf protokol yang bertugas di rujab yakni Becam atau Yusran (mantan Kades Tamanyelleng) dan istrinya Sahriani, mantan sopir bupati bernama Wahyu Akbar serta Khaerul Aco.
Begitu juga mahasiswa S3 yang diputus beasiswanya, Resqilah, dan seorang wartawan, yakni Zaenal Abidin. Bupati Gowa juga sempat hadir, namun memilih meninggalkan lokasi sebelum dimintai klarifikasi. Sementara Basri yang sudah diundang memberikan klarifikasi, memilih tidak hadir.
Dari keterangan sejumlah saksi, mereka menyebut nama dan keterlibatan Muhammad Basri yang disebut merusak tatanan pemerintahan Gowa.
Iis Nurismi mantan Kabag Protokolpim Setkab Gowa mengaku heran kenapa sosok pria bernama BK sangat gampang bertamu dan diterima Bupati Gowa, meski yang bersangkutan tidak ada dalam struktur pemerintahan.
Begitu juga dalam beberapa perjalanan dinas, Husniah selalu didampingi BK. Bahkan sejumlah agenda kegiatan bupati kerap bertambah di luar schedule yang telah diatur protokoler pimpinan. Seperti perjalanan mendadak bupati ke Tana Toraja setelah dari Wajo. Ternyata setelah diusut, perjalanan tambahan ke Tana Toraja adalah keinginan BK.
Hal senada dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gowa Indra Wahyudi Yusuf. Sejumlah kebiasaan buruk diungkapkannya termasuk permintaan pembelian minuman beralkohol tinggi jenis Wine oleh BK dan uang tunai melalui Yusran alias Becam kepadanya.
Lain lagi dengan pengakuan Akbar Fauzi mantan Kabag Umum. Akbar mengaku pernah dicopot tiba-tiba dari jabatannya sebagai Kabag Umum karena tidak memenuhi keinginan Bupati Gowa untuk membayarkan biaya tiket dan akomodasi untuk BK ke Manado dalam kegiatan APKASI yang diikuti Bupati Gowa.
Kadis Perhubungan Gowa Muh Agussalim Harahap yang juga mantan Inspektur Inspektorat, mengaku diminta oleh BK dibelikan sepeda motor trail untuk dihadiahkan kepada Bupati Gowa sebagai hadiah ulang tahun Husniah Talenrang.
Comment