SPPG yang Bikin 28 Siswa Diduga Keracunan di Takalar Dihentikan Sementara dan Terancam di Suspend

LENSA, TAKALAR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sombalabella 1, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulsel, yang diduga menyebabkan 28 siswa UPT SMPN 2 Takalar keracunan dihentikan sementara pelayanannya.

Selain itu, dapur yang dikelola Yayasan Sinar Jaya Reski yang diduga milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Takalar juga terancam di suspend atau ditutup permanen.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Takalar, Nur Maulana, membenarkan penghentian pelayanan sementara dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan puluhan siswa di Takalar diduga terdampak keracunan hingga 28 siswa alami sakit perut dan diare.

“Benar, berhenti operasional sementara karena ahli gizinya masuk rumah sakit. Kalau soal di suspend kondisinya sementara mau di rampungkan hasil laboratorium dan invsetigasi kalau terbukti nanti memang kejadian menonjol gara-gara makanan pasti di suspend,” kata Nur Maulana saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (3/9/2026).

Ia menegaskan pihaknya telah menerima mama-nama siswa yang mengalami sakit perut dan diare pasca menyantap MBG dari dapur SPPG Sombalabella 1.

“Sudah ada nama-nama yang dikasi mau ditelusuri siswanya bagaimana kondisi terakhirnya dan butuh dibuktikan dari Dinas Kesehatan setempat apakah betul gara-gara makanan yang menyebabkan siswa alami sakit perut dan diare, dan kalau terbukti ada kelalaian SOP kemungkinan besar dapur tersebut di suspend lagi,” tegas Nur Maulana.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 28 siswa UPT SMPN 2 Takalar diduga keracunan hingga alami sakit perut dan diare usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, Senin (31/8/2026).

Para siswa mengaku, MBG yang mereka konsumsi mengeluarkan aroma tidak sedap atau bau amis, artinya makanan tersebut diduga tidak layak konsumsi.

“Makanannya bau amis om, kayak basi om,” ungkap sejumlah siswa UPT SMPN 2 Takalar saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

Informasi sementara menyebutkan sekitar 28 siswa mengalami sakit perut hingga diare. Sejumlah guru juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Keluhan tersebut umumnya baru dirasakan setelah siswa meninggalkan sekolah, terutama pada sore hingga malam hari. Jumlah korban masih dalam pendataan dan belum menjadi angka resmi.

Diketahui, MBG yang dikonsumsi para siswa UPT SMPN 2 Takalar penyedianya SPPG Sombala Bella 1, Kelurahan Sombala Bella, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulsel.

MBG yang kelola Yayasan Sinar Jaya Reski itu yang diduga kuat menyebabkan sejumlah siswa dan guru SMP Negeri 2 Takalar keracunan hingga alami sakit perut dan diare.

Kepala SMP Negeri 2 Takalar, Rusdianto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak sekolah telah menerima laporan dari sejumlah wali kelas mengenai siswa yang mengalami sakit setelah mengonsumsi MBG.

“Keluhan kami terima dari beberapa wali kelas. Ada siswa dan beberapa guru yang mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan sebelumnya,” kata Rusdianto dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan tidak ada siswa yang langsung dilarikan ke rumah sakit dari lingkungan sekolah pasca kejadian. Sebagian besar keluhan baru diketahui setelah siswa pulang ke rumah.

Pihak pengelola SPPG juga telah mendatangi sekolah untuk mengonfirmasi laporan tersebut. Sekolah kemudian meminta pengawasan terhadap makanan diperketat sebelum dibagikan kepada siswa.

“Quality control harus diperketat. Makanan yang akan dibagikan harus benar-benar dipastikan layak dan higienis,” ujar Rusdianto.

Sementara Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Takalar, Nur Maulana, membenarkan adanya laporan siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Menurutnya, Kepala SPPG Sombala Bella 1 telah melaporkan kejadian tersebut kepadanya.

“Betul tadi Ka SPPG-nya sempat hubungi saya. Dia menyampaikan ada kejadian keracunan siswa di UPT SMPN2 Takalar,” kata Nur Maulana saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 1 September.(*)

Comment