LENSA, MAKASSAR – Bunga krisan yang selama ini dikenal sebagai tanaman hias kini terus dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi hasil penelitian perguruan tinggi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang memperkenalkan E-KRISA (Effervescent Krisan Sehat), minuman serbuk effervescent berbahan dasar bunga krisan yang praktis, modern, dan berpotensi menjadi minuman fungsional.
Program pengabdian yang dipimpin oleh Dr. apt. Endang Diyah Ikasari, M.Si. ini melibatkan Dr. apt. Endang Dwi Wulansari, M.Si., apt. Ungsari Rizki Eka Purwanto, M.Sc., apt. Ebta Narasukma Anggraeny, M.Sc., apt. Meysiska Trisnaningtyas, S.Farm., M.Si., dan Anggardha Paramita Sutrisno, S.Farm. Kegiatan juga menghadirkan Alifia Diah Putri, S.Gz., Dietisien, yang memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat bagi para petani.
Dr. apt. Endang Diyah Ikasari, M.Si. menjelaskan bahwa pengembangan E-KRISA merupakan tahapan lanjutan dari program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) bunga krisan di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan yang telah berlangsung sejak tahun 2023.

“Berbagai inovasi telah lahir dari pendampingan ini, mulai dari Teh MAKRIS (Teh Mangir Krisan), Kopi LARIS (Kopi Biji Salak dan Krisan), SELLY SANTÉ (Selai Jelly Krisan dan Stevia), hingga inovasi terbaru E-KRISA (Effervescent Krisan Sehat). Kami ingin mendorong bunga krisan tidak hanya dipasarkan sebagai tanaman hias, tetapi juga diolah menjadi produk pangan dan kesehatan yang memiliki daya saing serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, bunga krisan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Bentuk serbuk effervescent dipilih karena praktis dikonsumsi, mudah didistribusikan, serta memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai minuman kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penyuluhan mengenai potensi bioaktif bunga krisan, pelatihan formulasi serbuk effervescent, serta edukasi gizi bagi petani. Pada kesempatan yang sama, ahli gizi Alifia Diah Putri, S.Gz., Dietisien, menyampaikan edukasi kesehatan melalui konsep SEHAT, yaitu Seimbangkan gizi harian, Enyah lemas, Hidrasi yang cukup, Asupan kalsium, serta Tambahkan E-KRISA sebagai sumber antioksidan tambahan.
“Aktivitas petani yang banyak dilakukan di bawah paparan sinar matahari membutuhkan asupan gizi dan cairan yang cukup. Pola makan bergizi seimbang, hidrasi yang baik, serta konsumsi pangan yang kaya antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan dan produktivitas mereka,” jelas Alifia.
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Makmur, Triyani, bersama anggota menyambut antusias kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara konsisten telah memberikan manfaat nyata bagi kelompok.
“Setiap kegiatan selalu memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi kami. Pendampingan ini membuat kami semakin memahami potensi bunga krisan untuk dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi,” ungkap Triyani.
Melalui program ini, STIFAR Yaphar Semarang berharap inovasi E-KRISA dapat memperluas pemanfaatan bunga krisan sekaligus mendukung pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal di Kecamatan Bandungan. (*)
Comment