Junjung Budaya Siri’ Na Pacce, Sikap Fadil Imran dan Keluarga Konsisten Pilih Tak Campuri Kasus Bupati Gowa 

LENSA, MAKASSAR – Sikap keluarga besar Komjen Pol (Purn) Fadil Imran yang sejak awal memilih tidak mencampuri berbagai permasalahan yang menyeret Bupati Gowa Husniah Talenrang, patut diapresiasi.

Sejak menyampaikan sikap resmi keluarga besar yang ditandangani semua saudara kandung Husniah, berbagai kalangan memuji langkah dan prinsip siri’ na pacce yang masih dipegang tanpa “menghalalkan” segala cara untuk melakukan pembelaan atau intervensi.

Apalagi saat Pansus Hak Angket DPRD Gowa bergulir dalam memproses dugaan perbuatan tercela dan pelanggaran etika Husniah, keluarga besar Fadil Imran justru pasang badan memberikan dukungan kepada lembaga wakil rakyat itu. Mereka menghormati proses yang berjalan.

Begitu pula dalam proses hukum yang berjalan di Polri, Polda Sulsel dan Polresta Gowa yang juga mengaitkan nama Husniah Talenrang, Fadil Imran dan keluarga besarnya lagi-lagi memilih tak melakukan intervensi untuk membela Husniah. Baik untuk kasus dugaan korupsi, pungli, gratifikasi, maupun dugaan penggelapan dokumen perceraian.

Putra-putri almarhum H Abdul Hamid Dg Naba dan almarhumah Hj Sitti Siada Daeng Siang, secara tegas tidak mentolerir atau membenarkan pelanggaran etika dan norma yang dilakukan Husniah. Apalagi sebelum kasus ini bergulir, pihak keluarga sudah berulangkali mengingatkan, menegur Husniah, namun terkesan diabaikan dan malah tetap membela BK.

Dalam pernyataannya, sikap ini berdasarkan pertimbangan keluarga dan bertujuan menjaga integritas serta nama baik keluarga. Ada lima poin yang disampaikan saat itu saat menyempatkan pernyataan resmi keluarga yang dibacakan Zaky Ramadhan yang telah diberikan mandat menjadi juru bicara keluarga.

Mulai menegaskan sikap jika perbuatan yang dilakukan Husniah harus dipertanggungjawabkan secara personal sebagai bupati tanpa melibatkan atau mengaitkan dengan keluarga besar.

Begitu pun mempertegas sikap dan membantah adanya intervensi ataupun perlindungan hukum dari pihak keluarga, terutama isu yang mengaitkan Komjen Fadil Imran dengan proses hukum yang sedang berlangsung. Mereka menegaskan seluruh proses hukum harus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku tanpa campur tangan pihak mana pun.

Keluarga menyatakan mendukung penuh fungsi pengawasan konstitusional DPRD Kabupaten Gowa, termasuk proses yang dijalankan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Hal lainnya, yakni keluarga menegaskan bahwa kebenaran dan integritas harus ditempatkan di atas hubungan kekeluargaan. Mereka juga mengajak masyarakat Gowa tetap menjaga situasi yang kondusif, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan seluruh proses kepada pihak yang berwenang.

Dalam pernyataan penutupnya, keluarga besar berharap seluruh polemik dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum dan konstitusional yang berlaku serta mengedepankan kepentingan masyarakat Kabupaten Gowa.

Sejak pernyataan sikap keluarga besar ini hingga sekarang, Fadil Imran dan keluarga dinilai komitmen tidak melakukan intervensi. Bahkan belum lama ini, saat Fadil berkumpul dengan saudara-saudaranya, Husniah dikabarkan tak diundang.

Foto pertemuan ini diposting oleh adik kandung Fadil, Yanuar Iswandi dengan menyertakan caption di akun media sosialnya, “makan malam bersama keluarga asli.”

Sama saat pernyataan resmi keluarga besar, foto kebersamaan Fadil dan keluarga tanpa kehadiran Husniah juga menuai beragam respon positif, sekalian pujian dan apresiasi yang tetap konsisten tidak melakukan intervensi ke proses hukum.

“Apresiasi buat keluarga yang objektif seperti ini, patut di contoh jiwa-jiwa ksatria seperti ini. Semoga senantiasa sehat kalian,” puji netizen.

Begitu juga netizen lainnya, seprti @h.dayatalacbr, menilai jika keluarga ini mengedepankan siri na pacce.

“Keluarga yang mengedepankan prinsip siri’ na pacce memegang teguh falsafah hidup masyarakat Bugis – Makassar yang menjunjung tinggi kehormatan dan harga diri,” urainya. (*)

Comment