LENSA, TAKALAR – Irjen Pol. Dr. Awal Chairuddin resmi mengemban amanah sebagai Kapolda Sulsel yang baru.
Ia menggantikan seniornya Irjen Pol Djuhandahani Raharjo Puro yang merupakan jebolan Akpol 1991 atau seangkatan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan melalui Wakapolri Komjen Pol Wahyu Adiningrat.
Sertijab Irjen Pol Awal Chairuddin berlangsung di Gedung Ruppatama Mabes Polri pada Sabtu 3 Oktober 2026 yang dipimpin Kapolri Jenderal Suyudi Aryo Seto.
Eks ajudan Jusuf Kalla itu merupakan putra keturunan bangsawan asal Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Keluarga besarnya, berdomisili di Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Setiap pekan, jenderal bintang dua itu aktif pulang ke kampung halamannya untuk berziarah di makam kedua orang tuanya.
Kedua orang tuanya di makamkan di Lingkungan Bone-bone, Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.
Ayah Irjen Pol Awal Chairuddin bernama Drs. H. Chairuddin Burhan, Msi, Karaeng Lallo, sedangkan ibunya bernama, Dra. Hj. Hatma Tamma.
Ayah Irjen Pol Awal Chairuddin merupakan eks Deputi Ketua LAN RI Makassar pada tahun 1968-1991.
Ibunya Hatma Tamma merupakan seorang akademisi dosen di Unhas Fakultas Sosial Ilmu Politik.
Penunjukan Irjen Pol Awal Chairuddin sekaligus membawanya kembali ke daerah kelahirannya untuk memimpin jajaran kepolisian di Sulsel.
Lulusan Akpol 1994 tersebut sebelumnya telah mengemban sejumlah jabatan strategis, termasuk Kapolres, pejabat di lingkungan Mabes Polri, serta ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2017–2019.
Selain pengalaman di institusi kepolisian, Awal Chairuddin memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Negeri Makassar dan meraih gelar doktor administrasi publik.
Karier Awal Chairuddin di kepolisian dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada 1994. Ia mengawali pengabdian sebagai perwira di Korps Brimob sebelum kemudian mendapat penugasan di lingkungan Polda Jawa Barat.
Di Jawa Barat, Awal Chairuddin menjalani tugas di bidang reserse. Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi perjalanan kariernya sebelum melanjutkan penugasan di Polda Metro Jaya.
Ia juga menempuh pendidikan pengembangan kepemimpinan kepolisian. Pada Desember 2008, Awal Chairuddin menyelesaikan pendidikan Sespimmen Polri.
Kariernya kemudian berkembang ke tingkat pusat. Pada April 2011, ia dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Wakapolri.
Dalam posisi tersebut, Awal Chairuddin berkecimpung dalam berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan koordinasi, agenda pimpinan, komunikasi kelembagaan hingga pengelolaan kegiatan strategis di lingkungan Mabes Polri.
Setelah menjalani tugas di tingkat pusat, Awal Chairuddin mendapat kepercayaan memimpin satuan kewilayahan. Ia pernah menjabat Kapolres Subang dan kemudian Wakapolrestabes Bandung.
Pengalamannya di bidang pengawasan internal juga bertambah ketika pada Januari 2015 ia dipercaya menduduki posisi Kaden C Biro Paminal.
Jabatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penugasan sebagai Kapolres Bekasi dan Kapolres Jakarta Utara.
Rangkaian jabatan itu memperkaya pengalamannya dalam bidang operasional, reserse, manajemen wilayah serta pengawasan internal Polri.
Salah satu fase penting dalam perjalanan karier Awal Chairuddin terjadi ketika ia dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2017–2019.
Sebagai ajudan, Awal Chairuddin berada dalam lingkungan kerja Wakil Presiden dan mengikuti berbagai agenda pemerintahan.
Penugasan tersebut sekaligus memberinya pengalaman dalam koordinasi lintas lembaga dan dinamika pemerintahan di tingkat nasional.
Di tengah kesibukannya sebagai perwira Polri, Awal Chairuddin tetap melanjutkan pendidikan akademik. Ia menempuh pendidikan doktoral di Universitas Negeri Makassar dengan kajian yang berkaitan dengan administrasi publik serta hubungan kepolisian dengan masyarakat.
Latar belakang keluarga juga turut membentuk perjalanan hidupnya. Awal Chairuddin merupakan putra almarhum Chairuddin Burhan Karaeng Lallo, yang pernah memimpin perwakilan Lembaga Administrasi Negara di Sulawesi Selatan, dan ibunya, Hatma Tamma, dosen Universitas Hasanuddin.
Usai Jadi Ajudan
Setelah menyelesaikan masa tugas sebagai ajudan, Awal melanjutkan kariernya di lingkungan pendidikan dan pemerintahan.
Ia tercatat sebagai Widyaiswara Madya di Sespim Lemdiklat Polri dan pernah bertugas di Sekretariat Militer Presiden sebagai bagian dari tim ahli wakil presiden.
Pada 2022, Awal kembali mendapat penugasan di Mabes Polri sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pidana Bareskrim Polri. (*)
Comment