LENSA, MAKASSAR – Pesawat angkut Cassa milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergelincir di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terjadi usai melakukan pendaratan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Bandara Hasanuddin Makassar atau PGS Branch Communicatio dan CSR Departement Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira.
Ia mengungkapkan, saat ini petugas bandara masih melakukan penanganan terhadap pesawat yang tergelincir itu di landasan pacu utara-selatan atau Runway 03-21 pada Selasa (25/8/2026), sekitar pukul 11.25 WITA.
Dalam insiden tersebut, Taufan juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh penumpang di pesawat telah dievakuasi oleh petugas dan diserahkan kepada pihak TNI.
“Berdasarkan informasi dilapangan yg kami terima tidak ada korban jiwa ataupun luka. Jadi seluruh penumpang itu sudah dilakukan evakuasi oleh petugas atau personil langsung diserahkan kepada entitas yang terlihat (TNI),” kata Taufan saat dihubungi.
Mengenai kronologi kejadiannya, pesawat milik TNI itu diketahui tergelincir pertama kali oleh PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin dari laporan Air Traffic Control (ATC) mengenai pesawat Cassa milik TNI di landasan pacu 03-21 tergelincir.
Di mana, pesawat angkut milik TNI itu, kata Taufan, sedang mendarat namun keluar runway atau landasan pacu.
“Kami dari Bandara mendapatakan informasi dari tower (ATC). Jadi begitu tower menginformasikan kepada petugas di bandara dan langsung ke lokasi kejadian serta langsung melakukan penanganan,” ungkapnya.
Saat ditanyakan apakah insiden tergelincirnya pesawat angkut ini sama lokasi dengan tergelincirnya pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 sehari sebelumnya, Senin (24/8/2026), Taufan menyebut berbeda.
Ia menjelaskan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin memiliki dua landasan pacu yakni Utara-Selatan atau Runway 03-21 dan Timur-Barat atau Runway 13-31.
“Jadi kejadian yang kemarin (Sukhoi SU-30 MK2) di runway yang berbeda. Kejadian yang kemarin di Runway 13-31, dan yang hari ini (Runway) 03-21,” katanya.
Adanya insiden kecelakaan pesawat secara beruntun ini, Taufan menegaskan operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tidak terganggu dan tetap berjalan seperti hari biasanya.
“Karena semua runway bisa beroperasi, penerbangan normal. Operaisonal bandara juga normal. Semuanya normal,” tutur Taufan.
Sementara itu, pihak TNI hingga sekarang belum memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut. Rakyat Sulsel juga telah mencoba mengkonfirmasi pihak TNI AL selalu pihak yang disebut pemilik pesawat angkut itu belum memberikan jawaban.
Untuk diketahui, dalam dua hari berturut-turut, insiden kecelakaan pesawat milik TNI terjadi secara beruntun di landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Peristiwa pertama terjadi pada Senin (24/8/2026) kemarin. Sebuah pesawat tempur milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) jenis Sukhoi Su-30 MK2 tergelincir atau keluar jalur pada landasan pacu sisi barat (runway 13) di Bandara Sultan Hasanuddin, sekitar pukul 11.00 WITA.
Sehari kemudian, atau hari ini, Selasa (25/8/2026), insiden pesawat tergelincir milik TNI kembali terjadi di landasan pacu utara-selatan (runway 03-21) area landasan Bandara Sultan Hasanuddin, sekitar pukul 11.25 WITA. Belum diketahui pesawat jenis apa yang tergelincir itu, namun dari beberapa informasi menyebut bahwa pesawat tersebut jenis pesawat angkut milik TNI AL.
Terkait pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 yang tergelincir sehari sebelumnya telah dijelaskan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana. Peristiwa itu dikatakan terjadi sekitar pukul 11.00 WITA di landasan pacu sisi barat atau runway 13 Bandara Sultan Hasanuddin, Senin kemarin.
Ia menjelaskan, insiden kecelakaan itu terjadi dalam rangkaian uji terbang atau test flight pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2 setelah menyelesaikan pemeliharaan tingkat berat (overhaul). Dalam rangkaian uji terbang, pesawat menjalani tahapan pemeriksaan berupa simulasi lepas landas (take off) di landasan pacu.
Nyoman Suadnyana mengungkapkan, namun saat simulasi lepas landas dan dilakukan pengereman, terjadi kendala teknis pada sistem pengereman sehingga tidak berfungsi maksimal dan menyebabkan pesawat keluar jalur.
“Terjadi kendala teknis pada sistem pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal, dan berakibat pesawat keluar 30 meter dari batas ujung landasan,” kata Nyoman Suadnyana dalam keterangan tertulisnya.
Walau begitu, Nyoman Suadnyana menyebut dalam insiden tersebut seluruh awak pesawat selamat.
Pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 itu juga disebut telah ditarik menuju hanggar perawatan untuk menjalani pemeriksaan sebelum melanjutkan tahapan pengujian berikutnya.
“Pesawat dan seluruh awak dalam kondisi aman. Selanjutnya, pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan dan disiapkan untuk melaksanakan tes berikutnya,” terangnya. (*)
Comment