LENSA, MAKASSAR – Wakil Rektor I (Bidang Akademik) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2027-2031.
Kiprah Prof. Hasmyati di UNM terbilang panjang, dimulai sejak menjadi dosen pada tahun 2003, kemudian menjabat sebagai Sekretaris Prodi, Wakil Dekan II, Wakil Dekan I, hingga kini mengemban amanah di tingkat rektorat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik. Pengalaman berjenjang dari bawah ini menjadi fondasi kuat untuk memimpin UNM ke depan.
Berbekal pengalaman di bidang akademik dan kebijakan publik, Prof. Aslinda berkomitmen untuk membawa perubahan positif serta melanjutkan pembenahan tata kelola di lingkungan kampus.
Wakil Rektor I yang baru saja terpilih sebagai Bendahata Forum Wakil Rektor Bidang Akademik PTN Se-Indonesia ini
mengungkapkan, saat ini fokus utamanya adalah memaksimalkan tata kelola akademik, administrasi, pelayanan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang sebelumnya sudah berjalan.
“Sistem ini sesungguhnya sudah berjalan dan sudah bagus, sisa dimaksimalkan. Dan itu telah saya jalankan selama dua tahun terakhir dengan jabatan saya sebagai WR I UNM. Misi saya ke depan adalah bagaimana memperbaiki tata kelola akademik dan memastikan program-program yang ada dapat berjalan secara kontinu,”jelasnya saat ditemui Senin (21/9/2026).
Sebagai akademisi dengan latar belakang ilmu Kebijakan Publik, ia menilai pemahaman terhadap regulasi menjadi modal penting dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan kampus secara tepat.
Salah satu pencapaian nyata selama menjabat sebagai Wakil Rektor I adalah keberhasilan Prof Aslinda menyelaraskan kurikulum di 143 program studi di UNM secara serentak dengan melibatkan seluruh elemen fakultas.
“Tentu pengalaman saya di Administrasi Publik sangat membantu saat mengemban jabatan,” ungkapnya.
Prof Aslinda menilai bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dicapai secara individu, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh tingkatan, mulai dari pimpinan, staf, hingga mahasiswa.
Dalam kepemimpinannya, ia juga membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kritik konstruktif. Dan hal tersebut akan diteruskannya jika diberi amanah melanjutkan kepemimpinan UNM.
“Keberhasilan universitas ini harus berkolaborasi, tidak bisa dikerjakan sendiri. Saya selalu melibatkan pegawai, prodi, dan fakultas. Begitu juga dengan mahasiswa, saya terbuka menerima aspirasi mereka untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki,” tambahnya.
Saat ini, tahapan pemilihan Rektor UNM telah sampai pada pendaftaran bakal calon Rektor. Dan Prof Aslinda menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan pendaftaran. Meski demikian ia menegaskan tidak mengharapkan perpecahan siapapun pesaing dalam kontestasi ini.
“Harapan saya, keikutsertaan ini jangan ada konflik. Ini kan rumah kita bersama. Mari kita sama-sama menjaga pemilihan ini dan siapa pun yang terpilih nanti harus tetap berkolaborasi untuk membangun UNM,” tuturnya.
ia juga berharap seluruh proses ini dapat berlangsung kondusif dan harmonis tanpa memicu adanya konflik di internal kampus.
“Saya berharap proses pemilihan tidak memicu faksi atau konflik di internal kampus,” harapnya. (*)
Comment