LENSA, MAKASSAR — Co-Founder Komar Indonesia, Wandy Pratama, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas polemik yang muncul akibat pernyataannya di platform media sosial Threads, beberapa waktu lalu.
Wandy mengakui, pernyataan yang disampaikannya telah menimbulkan kegaduhan dan memicu beragam respons di tengah masyarakat. Ia mengaku tidak menyangka unggahannya berkembang menjadi polemik yang turut menyeret pihak lain.
Ia menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan ketika dirinya sedang berada di luar kantor untuk menghadiri pertemuan. Setelah melihat sejumlah komentar yang dinilai mulai tidak objektif, Wandy memutuskan menghapus utas tersebut.
Namun, unggahan itu telanjur diabadikan melalui tangkapan layar dan kemudian menyebar dengan berbagai narasi hingga memicu polemik.
“Saya ucapkan permohonan maaf setulus-tulusnya dari hati saya yang paling dalam atas permasalahan ini. Karena dari perkembangannya kasus ini saya lihat banyak yang terjadi,” ujar Wandy, saat menyatakan permintaan maaf dihadapan mitra dan karyawan Komar Indonesia, di Gedung Manunggal Makassar, Minggu (1/11/2026).
Ia juga menyesalkan polemik tersebut berkembang menjadi aksi saling menghujat dan mencaci di ruang publik. Menurut dia, kondisi itu tidak sesuai dengan pesan yang sebenarnya ingin disampaikan melalui unggahannya.
Wandy mengaku baru menyadari bahwa pernyataan personalnya memiliki dampak terhadap lembaga yang berada dalam lingkup pengaruhnya, termasuk rekan kerja dan pihak-pihak yang terlibat dalam Komar Indonesia.
“Untuk itu saya tekankan ulang bahwa ini akan, saya baru sadar juga bahwa saya secara personal ternyata perhari ini, permasalah kemarin, 3 hari yang lalu itu berkaitan dengan lembaga yang ada di bawah atau di area of influence saya atau di rekan-rekan kerja saya, teman-teman saya. Yang mana kita berdiri sebagai kooperasi. Kita berdiri sebagai kooperasi dan saat ini saya secara personal tidak betul-betul menyadari kemarin sebelum ini, bahwa ini akan terdampak sebegitu luasnya,” tuturnya.
Wandy kemudian memberikan penjelasan mengenai status kelembagaan Komar Indonesia. Ia menegaskan, Komar bukan usaha milik pribadi, melainkan berada dalam naungan koperasi yang dibentuk untuk mewadahi para anggotanya.
Ia menjelaskan, Komar Indonesia berada dalam struktur Koperasi Konsumen Kopi Masyarakat Indonesia. Karena itu, keberadaan dan pengelolaannya berkaitan dengan kelembagaan koperasi, bukan kepemilikan perseorangan.
Wandy kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat maupun pihak internal Komar yang ikut terdampak akibat polemik tersebut. Ia menegaskan, permintaan maaf itu merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas pernyataan yang telah disampaikannya.
Ke depan, ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik, terutama ketika pernyataan pribadi berpotensi berdampak terhadap organisasi dan orang-orang di sekitarnya. (*)
Comment