Sering Dikeluhkan Warga, Pemkot Makassar Tertibkan Terminal Bayangan di Perintis Kemerdekaan

LENSA, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menertibkan terminal bayangan yang selama puluhan tahun beroperasi di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.

 Aktivitas angkutan yang menaikkan dan menurunkan penumpang di pinggir jalan dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan tersebut.

Penertiban difokuskan di sekitar Mako AURI hingga kawasan Daya yang selama ini dikenal sebagai titik mangkal angkutan mobil lintas daerah.

Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit, dan Inspeksi (TPAI) Dinas Perhubungan Kota Makassar, Irwan Sampeang, mengatakan lokasi tersebut sering dikeluhkan masyarakat karena kendaraan kerap berhenti sembarangan.

“Lokasi utama, kami tertibkan yakni terminal bayangan di Jalan Perintis Kemerdekaan, khususnya sekitar Mako AURI, sering jadi keluhan,” ujar Irwan, Minggu (8/3/2026).

Dishub Makassar melakukan penertiban dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan Satpol PP. Pemerintah juga memasang spanduk larangan menaikkan dan menurunkan penumpang di pinggir jalan di sejumlah titik di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.

Menurut Irwan, langkah tersebut merupakan bagian dari sosialisasi kepada pengemudi dan masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kami membersihkan terminal bayangan yang ada di sepanjang Jalan Perintis. Selama ini keberadaannya selalu meresahkan masyarakat karena menimbulkan kemacetan di ruas jalan tersebut,” kata dia.

Irwan mengatakan praktik terminal bayangan di kawasan itu diduga telah berlangsung lama, bahkan sejak Terminal Regional Daya mulai difungsikan menggantikan Terminal Panaikang sekitar 2015.

“Selama ini ada mobil-mobil pribadi yang membuka terminal bayangan, beroperasi mulai subuh, pagi, siang hingga malam,” ujarnya.

Dishub Makassar mengakui penertiban di lapangan menghadapi berbagai tantangan, termasuk intimidasi dari pihak-pihak yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut.

“Tim kami akan terus berjaga dan memantau di lokasi agar kendaraan tidak lagi mengangkut penumpang di sana. Ini bagian dari upaya menata transportasi dan mengurai kemacetan agar kota tidak terlihat semrawut,” tutup Irwan. (*)

Comment