LENSA, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai melakukan langkah teknis untuk mengatasi banjir yang selama ini kerap melanda kawasan Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menurunkan alat berat excavator untuk melakukan normalisasi saluran drainase dan pengerukan sedimen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air agar sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal saat curah hujan tinggi.
“Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Selain normalisasi saluran, pemerintah kota juga melakukan perbaikan box culvert di sejumlah titik rawan genangan. Box culvert lama berukuran 50 sentimeter diganti dengan dimensi yang lebih besar, yakni 80 sentimeter, untuk meningkatkan kapasitas aliran air.
“Perubahan dimensi tersebut, kami lakukan karena lokasi saluran berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang langsung terhubung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang,” kata Zuhaelsi.
Ia menjelaskan, saat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, aliran air yang keluar dari saluran tersebut sangat kecil sehingga proses pembuangan air menuju saluran utama berlangsung lambat. Akibatnya, genangan air bertahan lebih lama di kawasan permukiman warga.
“Karena sebelumnya ukuran box culvert kecil, aliran air yang keluar dari saluran ini sangat terbatas, sehingga lambat membuang air ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa Antang,” ujarnya.
Dinas PU juga melakukan normalisasi saluran di beberapa titik di kawasan Blok 10 Perumnas Antang. Pekerjaan ini menggunakan excavator PC berkapasitas 4,5 ton untuk mengangkat sedimen yang mengendap di dasar drainase.
Normalisasi dilakukan sepanjang jalur drainase dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala. Sedimen yang menumpuk selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung saluran air.
“Untuk lokasi blok lainnya, kami sudah melakukan normalisasi saluran menggunakan alat berat excavator PC 4,5 ton sepanjang Jalan Kecaping sampai Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala,” tuturnya.
Zuhaelsi menambahkan, pemerintah kota Makassar juga berupaya mengoptimalkan fungsi kolam retensi sebagai penampung air saat curah hujan tinggi. Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi awal untuk menghadirkan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir di kawasan tersebut.
“Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi penataan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi di kawasan timur Makassar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat musim hujan tiba,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung kawasan Blok 10 Kecamatan Manggala untuk memastikan langkah penanganan banjir di wilayah tersebut. Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari solusi terhadap persoalan banjir yang telah berlangsung lama.
Munafri mengatakan sebelum pengerjaan dilakukan, pemerintah kota telah melakukan sejumlah kajian teknis dengan melibatkan akademisi dan tim terkait.
“Kami Pemerintah kota juga memastikan bahwa proses penanganan ini, akan terus dipantau agar hasilnya seperti apa, kita mau solusi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak lagi mengungsi saat musim hujan,” kata Munafri. (*)
Comment