Lestarikan Akar Budaya, Ketua Komite SMAN 7 Pinrang Bekali Peserta CAMP dengan Nilai Luhur Leluhur

LENSA, PINRANG – UPT SMAN Negeri 7 Pinrang kembali menggelar inovasi dengan satu kegiatan bertajuk Assisumpungan CAMP 2026, sebuah ajang kebersamaan, kegiatan ini melibatkan 16 organisasi siswa, 176 Peserta yang terdiri dari pengurus organisasi Siswa sebagai bentuk penguatan karakter, solidaritas, dan kepemimpinan pelajar.

Kegiatan ini berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai pemateri kondang dan kompeten di bidangnya. Diantaranya pemateri dari Media, Puskesmas, tokoh agama dan akademisi dari IAIN Parepare, serta tokoh Agama. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala UPT SMAN Negeri 7 Pinrang, Drs. Ikhwan Matu M.Pd, menekankan pentingnya kebersamaan dalam membentuk generasi yang berintegritas dan berkarakter kuat.

Dihubungi Via selularnya ( 28/4 ) menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ruang pembelajaran hidup. Di sinilah para peserta bisa belajar arti kebersamaan, saling menghargai, dan membangun karakter yang kokoh. Saya berharap seluruh peserta nantinya akan mampu menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat jati diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat kolaborasi.”

“Dirinya mengingatkan di era yang penuh tantangan ini, kecerdasan saja tidak cukup, dibutuhkan karakter yang kuat, sikap saling menghormati, dan kemampuan bekerja sama. Asisumpungan CAM 2026 ini adalah wadah untuk menempa itu semua.”

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah materi yang dibawakan oleh Ketua Komite UPT SMAN 7 Pinrang, Bapak Palimari S.Pd.I M.Pd. yang mengangkat tema tentang adat-adat Toriolo. Dalam pemaparannya, beliau mengajak siswa untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Memahami adat bukan hanya soal mengetahui tradisi, tetapi bagaimana kita menghargai nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur. Budaya adalah akar dari karakter kita,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kecintaan terhadap budaya, serta kemampuan membangun kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Assisumpungeng CAMP 2026 menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman kolektif yang membentuk kepribadian dan karakter generasi muda.(Fathur)

Comment