LENSA, TAKALAR – Sejumlah warga di Desa Lassang Barat, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sumur tanah yang menjadi sumber air untuk mandi dan mencuci mulai mengering sehingga sebagian warga terpaksa membeli air.
Warga yang terdampak kekeringan sumur itu diketahui hanya yang bermukim di sekitaran area pabrik air minum club.
“Jarak yang terdampak kekeringan sumur warga mencapai 300 meter dari pabrik air minum club,” kata salah seorang warga inisial ST saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).
ST mengaku, sejak beroperasinya pabrik air minum club di daerah ini, setiap tahun sumur warga mengalami kekeringan hingga berbulan-bulan lamanya.
“Kekeringan sumur warga ini diduga disebabkan karena sumur yang digunakan pabrik air minum club kedalamannya mencapai 150 meter,” sambung ST.
Ia berharap agar pihak pabrik air minum club tidak lagi menggunakan air sumur tanah karena hal tersebut berdampak langsung ke masyarakat.
“Pihak pabrik air minum club harus menghentikan mengambil air sumur tanah agar sumur warga sekitaran area pabrik tidak terdampak kekeringan,” jelas ST.
Upaya konfirmasi ke pihak pabrik air minum club belum berhasil hingga berita ini diturunkan. (*)
Comment