LENSA, MAKASSAR — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan masih terjadi hingga awal pekan ini. Beberapa daerah seperti Enrekang, Sinjai, Bone, Sidrap, Pinrang, Bulukumba, Maros, Takalar, hingga Barru dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan BBM.
Tak hanya BBM bersubsidi, BBM non-subsidi juga disebut sulit didapatkan masyarakat. Kondisi ini diperparah dengan beredarnya isu kenaikan harga BBM yang dikabarkan akan berlaku mulai 1 April mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi resmi terkait kenaikan harga BBM.
“Penetapan harga BBM subsidi mengacu pada kebijakan pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM, serta regulasi turunannya. Pertamina menjalankan penugasan sesuai ketentuan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Terkait terbatasnya pasokan di sejumlah daerah, Lilik menjelaskan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat, khususnya pada masa arus balik, yang berdampak pada tingginya aktivitas pengisian di SPBU.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pengelola SPBU untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya juga memastikan bahwa pasokan BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tetap tersedia dan disalurkan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di Makassar dan sekitarnya.
Selain itu, pengawasan distribusi juga diperketat guna memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Pertamina memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga dan distribusi berjalan optimal. Masyarakat diharapkan melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan agar pasokan dapat tersalurkan merata dan layanan di SPBU tetap kondusif,” tambahnya.
Saat ini, Pertamina terus melakukan monitoring intensif serta koordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas pasokan energi di wilayah Sulawesi Selatan.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus menjaga stabilitas pasokan dan memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara optimal,” tutup Lilik.
Comment