Motif Judi Online, Residivis Bunuh Pegawai BRI Link demi Ganti Uang Istri

LENSA, MAKASSAR – Motif Andarias Tandung alias Rias (46) nekat melakukan perampokan hingga menghabisi nyawa Ririn Andriani Pasalli (31), karyawan agen layanan keuangan di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, karena ketagihan main judi. 

Dirreskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono mengatakan, motif pelaku nekat melakukan perampokan dan pembunuhan karena uang milik istrinya habis digunakan pelaku bermain judi.

“Tersangka ini meggunakan uang istrinya untuk main judi online, untuk mencari gantinya dia melihat di BRI Link,” ungkap Kombes Setiadi pada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan penyelidikan dan interogasi terungkap jika pelaku awalnya tidak berniat membunuh korban, namun situasi berubah ketika korban berteriak meminta pertolongan.

“Sebenarnya tidak ada keinginan juga untuk menghabisi nyawa dari korban, jadi pada saat dilihat korban waktu itu berteriak. Ada batu untuk ganjelan pintu, dihantam empat kali ke korban,” jelasnya.

Adapun pelaku sendiri, Setiadi bilang dari hasil pendalaman terungkap jika pelaku merupakan residivis yang pernah terlibat sejumlah kasus pidana berat.

“Pernah melakukan kasus penganiayaan berat pada 2007 di Polres Palopo, terus di 2024 lagi, dia melakukan pembunuhan dan 2008 baru ditangkap di Makassar,” tutur Setiadi.

Mengenai kemungkinan adanya pihak yang membantu pelarian, Setiadi mengatakan pelaku hanya mengunjungi rekan lamanya. Pelaku disebut tidak menceritakan perbuatannya maupun status buronannya kepada orang-orang yang ditemuinya selama pelarian.

“Tidak ada yang bantu sebenarnya, pada saat singgah di tempat kawannya tersebut dia tidak bilang bahwa dia dicari-cari polisi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Setiadi menambahkan, pelacakan sempat terkendala karena pelaku menghilang selama beberapa hari dari pantauan petugas. Namun setelah kembali ditelusuri, pergerakan pelaku terdeteksi dan kemudian dilakukan penangkapan.

“Kami dengan daya upaya tim gabungan dari Resmob ewako dengan satreskrim Polres Luwu dapat mendeteksi keberadaannya ini, sebenarnya sempat hilang dia, pada saat dua tiga hari hilang, lalu muncul lagi,” kata Setiadi.

Comment