Terungkap, Ini Motif Penganiayaan Bripda DP oleh Seniornya 

LENSA, MAKASSAR – Motif penganiayaan yang menyebabkan Bripda DP atau Dirja Pratama (19) meninggal dunia mulai terungkap. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan sementara, anggota Polri angkatan 2025 itu dianiaya seniornya karena alasan pembinaan.

Hal tersebut diungkap oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/2/2026) malam. Dimana salah satu anggota polisi yang juga tugas di Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sulawesi Selatan telah ditetapkan tersangka atas nama Bripda Pirman.

“Hasil pemeriksaan sampai dengan sekarang karena alasan pembinaan senior junior,” kata Didik pada Rakyat Sulsel. 

Kasus ini telah mendapat atensi dari Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani. Sebelum korban dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026), orang nomor satu di Polda Sulsel itu hadir langsung menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada orang tua korban dan keluarga.

Sebagaimana diketahui, ayah Bripda Dirja Pratama juga merupakan anggota polisi yang bertugas di Polres Pinrang, Aipda Muhammad Jabir. 

Usai melayat, Djuhandhani langsung memberikan keterangan pers di Polres Pinrang dan menyampaikan bahwa sudah ada satu orang yang ditetapkan tersangka dalam insiden meninggalnya Bripda Dirja Pratama. 

“Tapi dari keterangan salah satu tersangka yang kita yakini oleh penyidik dengan pembuktian kita menetapkan satu orang tersangka atas nama P (Pirman), pangkat Bripda yang merupakan senior dari korban,” ungkap Djuhandhani, Senin kemarin.

Ia menegaskan, dirinya akan melaksanakan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahwa setiap anggota polri yang terbukti melakukan pelanggaran hukum akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. 

“Kami di jajaran Polda Sulsel akan terus berkomitmen memberikan hal yang memang kita dapatkan anggota melanggar pidana, melanggar peraturan, kami akan melaksanakan upaya-upaya penindakan tegas,” janjinya.

Dalam kasus ini, Djuhandhani bilang ada lima orang lagi yang masih dalam proses pemeriksaan. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan masih akan ada tersangka lainnya dalam proses hukum yang sementara berjalan jika dalam penyelidikan mereka terbukti terlibat.

Jenderal berpangkat dua bintang itu juga memastikan akan transparan dalam pengungkapan kasus ini. Seluruh prosesnya akan disampaikan pada publik secara berkala.

Comment