Daeng Manye Safari Jumat Palleko Sekaligus Serahkan Bantuan Pompa Air untuk Petani

LENSA, TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye kembali melaksanakan Safari Jumat. Kali ini, ia menyambangi Masjid At Taubah, Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Daeng Manye tidak hanya bersilaturahmi dengan masyarakat. Ia juga menyerahkan bantuan pompa air untuk mendukung aktivitas pertanian warga serta bingkisan sembako kepada sejumlah masyarakat.

Bantuan pompa air tersebut diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan lahan, sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan lebih optimal.

Safari Jumat menjadi salah satu agenda Daeng Manye untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan itu, pemerintah daerah juga dapat mendengar aspirasi dan berbagai kebutuhan warga di tingkat bawah.

Daeng Manye mengatakan, dirinya rutin berkeliling ke masjid-masjid di berbagai desa dan kelurahan setiap Jumat untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Masjid adalah tempat bersatunya umat. Di zaman Nabi Muhammad SAW, masjid atau Baitullah bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah dan mempererat silaturahmi,” kata Daeng Manye.

Menurutnya, masjid memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Masjid At Taubah yang menjadi lokasi Safari Jumat tersebut berada sekitar 100 meter dari Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Parapunganta.

Dalam kunjungan itu, Daeng Manye didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Takalar, Parawangsa.

Turut hadir mantan Ketua DPRD Takalar periode 2014–2019, Muh Jabir Bonto, dan Kepala UPT SDN Bontorita, Imran.

Selain menyerahkan bantuan pompa air, pemerintah daerah juga memberikan bingkisan sembako kepada sejumlah warga. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

Di hadapan warga, Daeng Manye juga menyampaikan kondisi pembangunan Kabupaten Takalar yang masih membutuhkan perhatian di berbagai sektor.

Ia menyebut kebutuhan pembangunan masih mencakup infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan hingga pembangunan di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda.

Namun, pemerintah daerah menghadapi tantangan keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Daeng Manye menyebut transfer keuangan untuk Kabupaten Takalar mengalami pemotongan hingga sekitar Rp160 miliar pada tahun ini.

“Pemotongan anggaran ini tentu menjadi tantangan berat bagi kami dalam mengelola dan membangun daerah yang dihuni sekitar 330.000 jiwa ini,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus semakin cermat dalam menentukan skala prioritas pembangunan dan mengoptimalkan anggaran yang tersedia.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Daeng Manye memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia berharap komunikasi langsung melalui Safari Jumat dapat terus terjaga sehingga berbagai aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembangunan Kabupaten Takalar. (*)

Comment