LENSA, MAKASSAR — PDIP Sulsel tengah melakukan perampungan struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Pemenuhan kuota pengurus dari kalangan anak muda tengah digenjot.
Menurut Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto menjelaskan, upaya konsolidasi itu kini sedang dilakukan secara berharap oleh pengurus PDIP, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Sekarang konsolidasi. Konsolidasi PAC, ranting, dan anak ranting. Karena itu infrastruktur partai,” jelas Danny, sapaan akrabnya, pada Selasa (24/3/2026).
Kendati demikian, Danny menjelaskan, upaya yang dilakukan oleh kader dan pengurus PDIP untuk terus menjaga basis pemilih dan menggaet pemilih baru, terus dilakukan dengan melakukan tampung aspirasi.
“Aspirasi masyarakat kali ini kan berkembang dengan cepat, berubah dengan cepat, dan kebutuhannya mendesak. Sehingga isu-isu ini menjadi isu bagian daripada tanggung jawab kita untuk elektoral,” tutur Danny yang pernah menjabat Wali Kota Makassar dua periode tersebut.
PDIP juga sedang melakukan pencalegan dini. Konsepnya, lanjut Danny, proses rekrutmen bakal caleg dilakukan sebelum tahapan resmi. Katanya juga, sudah ada beberapa kabupaten yang telah menemukan bakal caleg potensial yang akan diajukan pada Pileg 2029 mendatang.
“Kenapa begitu cepat melakukan? Karena memang sekarang ini dalam era persaingan dan perubahan yang begitu mendesak, perubahan politik mendesak ya karena sekarang ini dalam ukuran prediksi voters, 62% itu voters muda dan perempuan,” papar Danny.
“Anak-anak muda ini, Gen Z, milenial, dan Gen Alpha, ini generasi yang itu tadi, fragile-lah. Sehingga harus ada edukasi-edukasi, dalam bahasa gaulnya ada gimik-gimik yang bisa menjawab kesesuaian dengan gimiknya anak-anak muda. Ini kan masalah gimik ini hal-hal baru, kita ini kan tidak hidup dari gimik tapi anak-anak sekarang hidup dari gimik,” imbuh mantan Calon Gubernur Sulsel itu.
Teruntuk komposisi kepengurusan PDIP di Sulsel, Danny mengklaim, saat ini diisi oleh mayoritas anak muda, sekitar 60-70 persen.
“Cuma beberapa saja yang usianya melebihi 60 tahun,” katanya. (*)
Comment