Hamka B Kady Terima Aspirasi Kades Takalar, Jalan Rusak hingga Jembatan Gantung Jadi Sorotan

LENSA, MAKASSAR – Sejumlah kepala desa dan lurah dari Kecamatan Polongbangkeng Utara, Polongbangkeng Timur, dan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, menemui Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Hamka B Kady di Makassar, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri camat dari tiga kecamatan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Takalar, serta Kabid Bina Marga PUPR Takalar. Rombongan diterima langsung oleh Hamka dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Meski berlangsung pada hari berbeda, Hamka tetap menerima para kepala desa dan lurah untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala desa menyampaikan sejumlah persoalan infrastruktur yang dinilai mendesak, terutama kerusakan jalan dan kebutuhan pembangunan jembatan gantung di beberapa wilayah desa.

Mereka mengaku kesulitan merealisasikan program pembangunan karena anggaran dana desa tahun ini mengalami pengurangan signifikan. Akibatnya, dana yang dapat dikelola desa hanya tersisa sekitar Rp200 juta.

Kondisi itu membuat sejumlah program pembangunan yang sebelumnya direncanakan terancam tertunda.

“Banyak program yang sebelumnya sudah dijanjikan kepada masyarakat belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Karena itu, kami berharap ada bantuan dan dukungan aspirasi dari Pak Hamka B Kady agar pembangunan di desa tetap berjalan,” ujar salah seorang kepala desa.

Selain peningkatan jalan desa, usulan pembangunan jembatan gantung menjadi salah satu kebutuhan yang paling banyak disampaikan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mempermudah akses masyarakat, terutama saat musim hujan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hamka mengatakan dirinya siap memperjuangkan kebutuhan masyarakat Takalar, khususnya di sektor infrastruktur desa.

Namun, Anggota Banggar DPR RI itu menegaskan bahwa setiap usulan pembangunan harus disusun melalui perencanaan yang matang dan memenuhi persyaratan administrasi agar dapat diproses melalui program pemerintah pusat.

“Semua usulan harus direncanakan dengan baik dan dimasukkan dalam daftar kebutuhan daerah melalui dinas terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Takalar. Jika administrasi dan perencanaannya lengkap, tentu akan lebih mudah diperjuangkan melalui jalur aspirasi,” kata Hamka.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah dapat berjalan lebih optimal agar kebutuhan masyarakat dapat segera direalisasikan.

Di sisi lain, perhatian Hamka terhadap kebutuhan masyarakat juga dirasakan para petani di Desa Kale Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar.

Keluhan petani terkait minimnya debit air untuk kebutuhan persawahan mendapat respons cepat setelah disampaikan langsung kepada legislator Partai Golkar tersebut.

Sebelumnya, warga mengaku kesulitan memperoleh pasokan air karena kapasitas penampungan dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan irigasi sawah masyarakat. Kondisi itu sempat memunculkan kekhawatiran terhadap hasil panen.

Sebagai solusi sementara, Hamka membantu pemasangan pipa berukuran besar untuk menambah debit aliran air ke area persawahan sambil menunggu pembenahan saluran sekunder direalisasikan.

“Bapak Hamka B Kady langsung turun mencarikan solusi dan memasangkan pipa agar debit air bertambah. Kami sangat bersyukur karena kebutuhan air sawah mulai terpenuhi,” ujar salah seorang petani.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Kale Lantang. Warga menilai kehadiran wakil rakyat tidak hanya sebatas mendengar keluhan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Kini, aliran air ke area persawahan mulai kembali lancar. Para petani berharap pembenahan saluran sekunder nantinya dapat memperkuat sistem irigasi sehingga produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. (*)

Comment