Kasus Campak di Wajo Masih Dugaan, Pemda Siap Lakukan Imunisasi Massal

LENSA, WAJO – Kepala Dinas Kesehatan Wajo, drg Armin angkat bicara terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Wajo.

Menurutnya kasus tersebut belum sepenuhnya positif. “Belum positif yah, masih suspek (diduga, disangka),” katanya, Rabu (15/4/2026).

Bahkan, pihaknya berencana turun melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) campak, besok.

“Besok pagi kami turun bersama Ibu Bupati Fatmawati Amin selaku Ketua Tim Penggerak PKK Wajo, jam 8,” katanya.

Meski begitu, dirinya belum menerima data per Kecamatan soal status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak. “Belum ada data per Kecamatannya. Nanti kami infokan kalau sudah turun ORI,” sebut drg Armin.

Sebelumnya, Empat daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin mencatat wilayah KLB campak di Kabupaten Wajo, Sinjai, Luwu dan Kota Makassar.

“Jumlah kasus suspek itu sekitar 1.304 kasus, namun positif itu baru 169 kasus dinyatakan positif campak,” jelas dr Evi Mustikawati Arifin saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar pada Senin (13/4/2026).

dr Evi menyebut pasien positif tentunya wajib melakukan pengobatan. Sementara fokus pemerintah saat ini melakukan mitigasi terhadap penyebaran campak. Target utamanya yakni mempercepat imunisasi pada anak-anak di wilayah terkait.

“Kita telah melakukan pemberian imunisasi tambahan pada daerah KLB tersebut. Kita juga sudah lakukan imunisasi campak bagi anak-anak yang belum lengkap,” katanya.

Ciri-ciri campak umumnya meliputi demam tinggi 39-40 celcius. Disertai dengan batuk kering, pilek, mata merah (konjungtivitis) dan munculnya ruam merah makulopapular. Ruam biasanya muncul 3-5 hari setelah gejala awal.

Biasanya mulai dari belakang telinga atau wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Kerap juga muncul bercak putih kecil (bercak Koplik) di dalam mulut sering muncul sebelum ruam. Masyarakat pun diminta segera melakukan imunisasi pada anak.

“Semua tersedia (di puskesmas) imunisasi campak. Gratis semua,” katanya.

Bagi anak yang belum imunisasi, dr Evi meminta untuk menjaga aktivitas kontak. Lebih baik, bila segera melengkapi imunisasi campak pada anak.

“Imbauan ke masyarakat agar semua memastikan kelengkapan imunisasi anaknya. Hindari kontak penderita campak tetutama bayi dan anak-anak yang belum imunisasi,” jelas dr Evi. (*)

Comment