LENSA, MAKASSAR – Polisi menyebut ‘Kampung Narkoba” Borta di Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, terkoneksi dengan jaringan narkoba yang sebelumnya telah diungkap Satnarkoba Polrestabes Makassar. Koneksi tersebut bahkan mencakup jaringan internasional yang melibatkan sindikat dari Malaysia dan Thailand.
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febyantara, mengatakan Borta berpotensi terhubung dengan berbagai jaringan narkoba yang selama ini menjadi target pengungkapan pihaknya.
Salah satunya jaringan internasional asal Malaysia yang dikenal dengan nama Joker, yang diungkap di empat wilayah di Indonesia pada September 2026 lalu.
“Ya kalau nanya Borta masuk jaringan mana, ya dia pasti masuk semua jaringan yang pernah kita ungkap,” ujar Lulik kepada Rakyat Sulsel, Minggu (11/10/2026).
Meski demikian, polisi masih mendalami keterkaitan barang bukti yang ditemukan saat penggerebekan Kampung Narkoba Borta pada Jumat (10/10/2026) dengan jaringan-jaringannya.
Karena itu, kata Lulik, hingga sekarang hubungan langsung antara barang bukti di Borta dan sindikat Joker belum dapat dipastikan. Sebagaimana diketahui, dalam operasi terakhir yang dilakukan sebanyak 104 orang diamankan dan 98 diantaranya dinyatakan positif narkoba.
“Kalau dengan BB yang kami temukan kemarin, kami masih dalami. Borta itu level demand (permintaan) atau pemakai,” jelasnya.
Lulik juga mengungkapkan, pihaknya telah banyak membongkar jaringan besar peredaran narkoba di Kota Makassar, termasuk wilayah Sulawesi Selatan. Sejumlah jaringan yang diungkap diketahui memiliki koneksi internasional, termasuk dengan pemasok dari Malaysia dan Thailand.
Jaringan-jaringan tersebut bahkan memiliki gudang serta strategi pemasaran narkoba di Makassar, sebagaimana yang sebelumnya telah dirilis Satnarkoba Polrestabes Makassar.
Ia menjelaskan, penindakan terhadap para pemain besar membuat jaringan narkoba terus mengubah pola operasinya. Para pelaku dinilai menyesuaikan modus dan jalur distribusi untuk menghindari penangkapan sekaligus menjaga kelancaran pasokan barang terlarang itu.
Menurut Lulik, kondisi tersebut membuat jaringan peredaran narkoba terus beradaptasi meski sejumlah bandar dan pemain besar telah ditangkap. Perubahan jalur distribusi juga menjadi salah satu hal yang perlu didalami dalam mengungkap keterkaitan Borta dengan jaringan narkoba yang lebih luas.
“Tapi memang setelah banyak kita tangkap, mereka banyak merubah modus dan jalur. Mereka juga memakai prinsip ekonomi. Jalur ini tutup, dia akan cari jalur lain. Jalur ini mahal, dia akan cari jalur lain yang murah,” tuturnya. (*)
Comment