LENSA, MAKASSAR – Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan memastikan setiap dugaan dukungan ganda yang muncul dalam proses pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel akan diverifikasi sesuai mekanisme organisasi.
Musda Golkar Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 di Hotel Claro Makassar. Menjelang pelaksanaan Musda, isu potensi dukungan ganda mencuat setelah sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II yang sebelumnya dikabarkan mendukung Munafri Arifuddin (Appi) beralih memberikan dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Sekretaris Steering Committee (SC) Musda Golkar Sulsel, Nasruddin Upel, mengatakan SC telah memiliki mekanisme untuk memeriksa keabsahan setiap surat dukungan apabila ditemukan persoalan administrasi.
“Itu akan diverifikasi keabsahannya, mana yang sah. Surat dukungan itu harus ditandatangani basah, berstempel, serta ditandatangani oleh ketua dan sekretaris,” kata Nasruddin, saat dikonfirmasi pada Senin (6/7/2026).
Ia menegaskan pernyataannya bukan untuk menanggapi pandangan pihak tertentu, melainkan menjelaskan mekanisme yang akan dijalankan panitia apabila ditemukan dukungan ganda.
“Saya tidak dalam rangka menanggapi pernyataannya Pak Zul. Saya hanya menegaskan bahwa dukungan itu akan diverifikasi jika ganda,” ujarnya.
Menurut Nasruddin, seluruh berkas bakal calon akan melalui tahapan verifikasi administrasi. Apabila ditemukan dokumen yang dianggap tidak sesuai dengan aturan organisasi, panitia akan melakukan pencocokan untuk memastikan keabsahannya.
“Nanti kalau ada masalah baru kita verifikasi. Semua berkas calon tentu akan diverifikasi, perlengkapannya, dan lain sebagainya. Kalau ada hal yang dianggap tidak sesuai aturan mekanisme partai, tentu kita akan lakukan pencocokan mana yang benar,” katanya.
Ia menambahkan, mekanisme verifikasi tersebut memang telah menjadi bagian dari tahapan Musda, sedangkan teknis pelaksanaannya merupakan urusan internal panitia.
“Ada (aturannya) verifikasi di tahapan. Ada. (Terkait caranya) nanti urusan internal,” pungkasnya.
Sebelumnya, potensi dukungan ganda ini sempat disampaikan oleh Ketua DPD II Golkar Takalar, Zulkarnain Arif.
Zulkarnain meminta para DPD II yang sebelumnya telah memberikan dukungan kepada Munafri Arifuddin, namun belakangan beralih mendukung IAS, agar terlebih dahulu menarik surat dukungan lama yang pernah mereka serahkan. Menurutnya,belum ada satu pun DPD II yang mengambil kembali surat dukungan tersebut.
“Kalau memang sudah tidak mau mendukung Pak Appi, silakan datang ambil kembali surat dukungannya yang asli. Selama surat aslinya masih ada pada kami, berarti kami menganggap dukungan itu masih berlaku,” kata Zulkarnain.
Ia berpendapat, pengalihan dukungan semestinya dilakukan melalui mekanisme organisasi yang jelas agar tidak memunculkan persoalan administrasi dalam proses pencalonan.
Zulkarnain juga mengaku berpegang pada petunjuk pelaksanaan (juklak) Musda. Menurutnya, ketentuan tersebut telah mengatur konsekuensi apabila terdapat satu DPD II yang mengeluarkan lebih dari satu surat dukungan.
“Di juklak sudah jelas. Kalau ada dua dukungan, maka dukungan itu batal. Tidak ada aturan yang menyebut panitia harus memanggil pihak yang bersangkutan untuk memilih salah satunya,” ujarnya. (*)
Comment