LENSA, MAKASSAR — Beredar video penyerahan surat rekomendasi diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Video tersebut diketahui diambil pada Rabu (24/6/2026) di Kantor DPP Golkar, Jakarta. Rekomendasi itu sekaitan dengan ketentuan khusus yang membolehkan IAS untuk menjadi Calon Ketua Golkar Sulsel pada Musda Golkar Sulsel yang akan datang.
Dalam video berdurasi 51 detik tersebut, tampak Bahlil dan IAS memegang surat tersebut. Terlihat juga sejumlah elite Golkar seperti Sekretaris dan Bendahara DPP Golkar, Sarmuji dan Sari Yulianti yang berdiri di sebelah kanan Bahlil. Sedangkan tampak IAS berdiri dan membelakangi salah satu tokoh senior Golkar, Nurdin Halid.
Bahlil tampak akrab dengan IAS. Bahlil malah memanggilkan IAS dengan sebulan “Kak” yang diikuti nama yang familiar “Aco”. Aco memang nama yang lebih dikenal luas oleh masyarakat Makassar, pada khususnya, untuk IAS. Nama “Aco” itu diketahui panggilan akrab Ilham sejak masih muda.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya serahkan rekomendasi diskresi DPP Partai Golkar kepada Kak Aco, yang selanjutnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya dan untuk dipergunakan untuk membesarkan Partai Golkar di wilayah Sulawesi Selatan,” ucap Bahlil sembari menatap IAS.
IAS pun terlihat memegang surat tersebut dengan begitu serius dan memperhatikan secara saksama apa yang disampaikan oleh Bahlil.
“Kembalikan marwah dan kebesaran Partai Golkar dan menghimpun seluruh tokoh-tokoh, kekuatan, dan kader, dalam rangka perbaikan Partai Golkar ke depan. Terima kasih,” lanjut Bahlil yang juga merupakan Menteri ESDM.
“Dengan target Kak Aco, naikkan kursi (DPR/DPRD) Kak Aco. Itu yang paling penting,” tambah Bahlil.
Selepas itu, IAS langsung menjawab pernyataan Bahlil. Dengan yakin, IAS menyatakan, “Saya terima ketum. Insya Allah, apa yang disampaikan sebagai komitmen saya Insya Allah tegak lurus dan komitmen untuk meningkatkan memaksimalkan tambahan kursi di Sulawesi Selatan. Insya Allah kami (tunaikan).”
“Amin,” timpal lelaki yang ada di dalam ruangan tersebut.
Sesuai proses serah terima rekomendasi tersebut, Bahlil menjulurkan tangan kanannya kepada IAS dengan maksud untuk bersalaman. Namun, IAS meraih tangan Bahlil, sambil menundukkan kepalanya sejajar dengan tangan Bahlil. (*)
Comment