Makassar Darurat Kejahatan? Aksi Perampok dan Geng Motor Bikin Warga Resah

LENSA, MAKASSAR – Aksi kejahatan di Kota Makassar kian mengkhawatirkan beberapa pekan terakhir. Teror terhadap warga tidak hanya terjadi di tempat umum seperti di jalan raya, tapi juga mulai masuk ke ruang privat atau rumah.

Belum terungkap sejumlah kasus penyerangan geng motor di beberapa titik di kota berpenduduk 1,4 juta jiwa ini, kasus lain seperti aksi perampokan turut mengintai warga. 

Kejadian terbaru berlangsung di Jalan Minasa Upa, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, pada Minggu (3/5/2026) dini hari.

Detik-detik aksi dugaan perampokan itu terekam camera CCTV. Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara memanjat pagar depan yang tergembok lalu berjalan masuk ke area belakang rumah. 

Dalam video rekaman CCTV yang beredar, pelaku beraksi mengenakan jaket hoodie dan penutup wajah. Ia juga diketahui telah melengkapi diri dengan senjata tajam.

Setelah berhasil masuk di pekarangan rumah korban, pelaku terlihat berjalan ke area belakang rumah tempat Asisten Rumah Tangga (ART) istirahat. 

Di area belakang dekat dapur rumah berlantai dua itu, pelaku kemudian masuk ke rumah dengan cara membobol jendela kamar ART. Di mana, ART inisial S sedang beristirahat di dalam.

Kondisi kamar yang gelap dan S sedang tertidur pulas tak sadar jika seseorang sedang berada di kamarnya. Perempuan berusia 18 tahun itu baru menyadari keberadaan pelaku saat bahunya dirabah.

Menyadari sedang dalam bahaya, S berusaha melawan. Namun sayang, pelaku sudah mempersenjatai dirinya dengan sebilah badik dan mengancam S.

Korban yang tidak berdaya kemudian menyerahkan ponsel dan dompetnya, menuruti permintaan pelaku. Setelah hartanya diberikan, pelaku tak langsung pergi.

Dari keterangan S, pelaku hendak melakukan aksi rudapaksa terhadap dirinya. Menganggap sudah kelewat batas, korban berusaha melawan dengan cara berontak dan berteriak meminta pertolongan. 

Karena merasa sudah terancam, pelaku langsung melarikan diri. S mengaku sempat menendang tubuh pelaku sebelum kabur. 

“Berteriakka baru dia (pelaku) lari,” kata S saat diwawancara wartawan, Senin (4/5/2026).

S mengungkapkan, saat pelaku kabur keluar rumah dirinya sempat melakukan pengejaran. Aksi kejar-kejaran itu juga terlihat jelas di dalam kamera CCTV yang beredar. 

Bahkan saat pelaku kembali memanjat pagar melarikan diri, korban sempat terlihat menarik pakaian pelaku namun tak berhasil menghentikan aksinya. 

S bilang, kejadian perampok di rumah tempatnya bekerja itu berlangsung sekitar pukul 02.30 WITA. Hal tersebut juga dibenarkan oleh si pemilik rumah bernama Muhammad Sabri (39).

“Dia (pelaku) masuk ke rumah lewat pagar depan,” kata Sabri.

Sabri mengaku saat pelaku beraksi di kamar ARTnya, dirinya sedang tertidur pulas. Dia baru menyadari rumahnya jadi sasaran aksi kejahatan setelah S berteriak meminta pertolongan. 

Masalah ini disebut Sabri telah dilaporkan ke kantor polisi terdekat yakni Polsek Rappocini atas kasus dugaan perampokan dan percobaan pemerkosaan. Ia berharap polisi dapat segera menangkap pelaku.

“Saya sudah laporkan ke Polsek Rappocini. (Korban) sudah dilakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara,” ungkapnya. 

*Aksi Geng Motor Bersenjata Api*

Selain aksi perampokan, pekan lalu, aksi kejahatan jalanan oleh sekelompok pria mengendarai sepeda motor alias geng motor di Kota Makassar juga marak terjadi.

Tak main-main, selain meneror warga menggunakan senjata tajam jenis busur panah dan parang, mereka juga menggunakan senjata api. 

Seperti yang baru-baru ini viral di sosial media, sekelompok geng motor melakukan penyerangan di wilayah Kecamatan Bontoala, tempatnya di Jalan Langgau, Kecamatan Bontoala, pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 04.30 WITA.

Dalam video tersebut, para terduga pelaku merusak motor yang terparkir di depan rumah warga tanpa alasan yang jelas. Salah satu diantara pelaku terlihat menenteng senjata api.

“Sebuah kejadian yang sangat meresahkan dan mencekam terjadi di Jalan Langgau, Makassar menjelang waktu subuh. Para pelaku membawa senjata dan langsung melakukan aksi perusakan,” tulis keterangan video yang beredar.

Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris Abu Bakar sebelumnya telah menanggapi kejadian tersebut. Pihaknya mengaku telah beberapa kali melakukan patroli di wilayah yang dianggap rawan.

“Namun tadi malam ada kejadian yang melakukan penyerangan, penyerangan ini tidak ada korban jiwa, karena sebenarnya mau melintas,” ujar Andi Aris.

Saat memasuki Jalan Langgau, kata Andi Aris, komplotan geng motor berjumlah sekitar sepuluh dengan berboncengan dua itu berhenti dan melakukan pengerusakan.

“Sementara kami bersama Satreskrim Polrestabes Makassar sudah melakukan penyelidikan siapa-siapa yang melakukan pengerusakan,” ungkapnya.

Andi Aris juga mengungkapkan bahwa salah seorang terduga pelaku membawa senjata untuk menakut-nakuti pemilik warung. 

“Kalau dilihat dari video ada yang membawa senjata airsoftgun. Tapi sementara kami melakukan penyelidikan. Perkembangan di87 apabila sudah diamankan yang bersangkutan,” jelasnya. (*)

Comment