LENSA, TAKALAR – Proyek pembangunan puluhan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Takalar tengah menjadi sorotan berbagai pihak.
Sorotan itu mengemuka karena diduga adanya pomotongan anggaran senilai 20 persen atau Rp 200 juta dari nilai proyek pembangunan KDMP senilai Rp 1,1 miliar.
Salah seorang subkontraktor yang terlibat mengerjakan proyek KDMP tersebut mengaku tidak menerima dana secara utuh pada proyek pembangunan KDMP tersebut
“Anggarannya Rp 1,1 miliar, dan saya baru menerima Rp 100 juta, dipotong Komandan Kodim Rp 200 juta, jadi sisa Rp 900 juta, masuk harga timbunan Rp 60 juta, sisa Rp 840 juta, harga tanah Rp 100 juta lebih,” kata salah seorang subkontraktor yang dikonfirmasi belum lama ini.
Menanggapi hal itu, Komandan Kodim 1426 Takalar Letkol Inf. Anton Timotius Milala membantah tudingan jika pihaknya memotong anggaran pambangunan KDMP senilai 20 persen.
Jebolan Komando Pasukan Khusus itu mengatakan tidak pernah mengeluarkan istruksi permintaan, maupun penerimaan uang dalam bentuk “fee” senilai 20 persen.
Anton Timotius Milala juga menyayangkan adanya klaim dari oknum subkontraktor anonim yang melempar tuduhan tanpa bukti konkret. Ia justru mempertanyakan validitas dan motif dibalik penyebaran isu yang mencatut nama institusinya tersebut.
Secara gamblang Anton Timotius Milala menegaskan bahwa Kodim 1426 Takalar senantiasa menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tugas dan pengawasan pembangunan di wilayahnya.
Ia diminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi liar yang belum terbukti kebenarannya. Pihak Kodim 1426 Takalar terbuka untuk koordinasi yang sehat guna mencegah terjadinya disinformasi yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi TNI.
“Berita itu sama sekali tidak benar. Kami sangat menyayangkan adanya tudingan sepihak tanpa bukti terbuka. Kami bekerja sesuai aturan dan tetap fokus pada percepatan pembangunan demi kepentingan masyarakat Takalar,” kata Anton, Kamis (16/4/2026).
Diketahui bersama, saat ini proyek pembangunan 49 unit KDMP di Takalar terus dipantau progresnya agar selesai tepat waktu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat. (*)
Comment