LENSA, MAKASSAR — Bank Mandiri mendorong transformasi digital di sektor perdagangan tradisional dengan menjadikan Pasar Pabaeng-Baeng sebagai lokasi percontohan. Langkah ini ditandai dengan kunjungan jajaran manajemen Bank Mandiri ke pasar tersebut.
Kunjungan dipimpin Regional CEO Bank Mandiri Region X (Sulawesi dan Maluku), Nunung Andreas Wisnu, bersama Direksi Perumda Pasar Makassar, yakni Direktur Utama Ali Gauli Arief, Direktur Operasional Rusdi Patara, serta Direktur Keuangan Aimansyah.
Nunung mengatakan, kunjungan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan pedagang sekaligus mendorong penerapan transaksi non-tunai di lingkungan pasar.
“Kami berharap seluruh pedagang di Pasar Pabaeng-Baeng dapat beralih ke sistem cashless. Selain lebih praktis, ini juga memudahkan akses pedagang terhadap layanan perbankan, termasuk permodalan,” ujarnya.
Menurut dia, perubahan perilaku masyarakat yang semakin jarang menggunakan uang tunai menjadi peluang bagi pasar tradisional untuk beradaptasi. Penggunaan QRIS Mandiri diharapkan dapat membuat transaksi lebih mudah, cepat, dan efisien.
“Kalau pedagang sudah menggunakan sistem digital, masyarakat juga tidak perlu repot membawa uang tunai. Ini tentu akan meningkatkan kenyamanan sekaligus potensi transaksi di pasar,” katanya.
Selain digitalisasi, Bank Mandiri juga menawarkan dukungan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan hingga Rp500 juta disiapkan, termasuk pinjaman hingga Rp100 juta tanpa jaminan.
“Bank Mandiri siap mendukung penuh pertumbuhan pedagang pasar melalui akses pembiayaan yang lebih mudah. Kami juga akan mengunjungi 18 pasar utama di Makassar, dan Pasar Pabaeng-Baeng menjadi simbol awal dari program digitalisasi ini,” ujar Nunung.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai kunjungan Bank Mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pasar tradisional di Makassar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Bank Mandiri. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi seluruh pedagang di pasar-pasar Makassar,” katanya.
Ali berharap pembinaan dari pihak perbankan dapat berjalan berkesinambungan agar pedagang semakin siap menghadapi era digital dan meningkatkan daya saing usaha. (*)
Comment