Pemkot Makassar Gelar Gerakan Pangan Murah 10 Hari Jelang Idulfitri

LENSA, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) selama 10 hari terakhir Ramadan 1447 Hijriah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Program tersebut dibuka langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di  dua lokasi perdana, yakni di halaman Masjid Nurul Amin, Jalan Kapasa Raya Nomor 26, Kecamatan Tamalanrea, serta di Kompleks Pesona Dahlia, Jalan Dahlia, Kecamatan Mariso, pada Rabu (11/3/2026). 

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 18 Maret 2026 dan menyasar seluruh kecamatan di Kota Makassar.

Munafri mengatakan program tersebut merupakan langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga bahan kebutuhan pokok menjelang meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idulfitri.

“Program ini juga untuk membantu masyarakat Kota Makassar, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar tetap dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Munafri.

Ia menjelaskan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dilakukan secara mobile di berbagai wilayah, pemerintah kota berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga sekaligus menekan potensi lonjakan harga yang kerap terjadi pada akhir Ramadan.

“Kita berharap gerakan pangan murah ini, menjadi lebih merata dan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan,” harapnya.

Program tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, serta Perumda Pasar Makassar Raya, dengan dukungan pasokan dari Perum Bulog.

Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mengendalikan inflasi daerah dengan menghadirkan bahan pangan langsung ke tengah masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar, Evy Aprialti, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Paket pangan murah ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat memenuhi kebutuhannya di titik-titik lokasi yang tersedia,” jelasnya.

Menurut Evy, langkah intervensi pasar tersebut dilakukan karena tingkat inflasi di Makassar saat ini mencapai 6,23 persen.

“Saat ini inflasi di Makassar cukup tinggi, sekitar 6,23 persen. Karena itu kami berharap seluruh SKPD terkait dapat berkolaborasi untuk mengadakan pasar murah sebagai bentuk intervensi terhadap inflasi,” lanjut Evy.

Dalam program tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas utama dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, antara lain minyak goreng Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta beras SPHP dari Bulog Rp57.000 untuk kemasan 5 kilogram.

Evy menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan stok pangan selama pelaksanaan program.

“Kami sudah berbincang dengan Bulog dan alhamdulillah ketersediaan stok untuk sembilan hari ke depan bisa terpenuhi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena stok pangan aman,” tuturnya.

Selain di wilayah daratan, pemerintah kota juga berencana memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga ke wilayah kepulauan pada 18 Maret mendatang.

“Ini merupakan program dari Wali Kota Makassar agar intervensi pasar melalui pasar murah bisa dilakukan sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan pokoknya,” tambah Evy.

Pada Kamis, 12 Maret 2026, program Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berlangsung di sembilan lokasi di berbagai kecamatan, yaitu Kelurahan Manggala di Kecamatan Manggala, Kelurahan Bulurokeng di Kecamatan Biringkanaya, Kelurahan Tamamaung di Kecamatan Panakkukang, Kelurahan Mariso di Kecamatan Mariso, Kelurahan Timongan Lompoa di Kecamatan Bontoala, Kelurahan Panaikang di Kecamatan Panakkukang, Kelurahan Kassi-Kassi di Kecamatan Rappocini, Kelurahan Laikang di Kecamatan Biringkanaya, serta Kelurahan Rappocini di Kecamatan Rappocini.

“Besok kita gunakan sembilan titik. Jadi kami berkoordinasi dengan seluruh camat untuk menentukan lokasi penjualan di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan selain komoditas yang disiapkan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian, sejumlah bahan pangan lain juga disediakan oleh Perumda Pasar Makassar Raya, seperti bawang merah dan telur.

“Jadwalnya, ditentukan oleh kecamatan, sementara kami dari dinas akan mendistribusikan bahan pangan ke lokasi tersebut,” tambah dia. (*)

Comment