Respon Cepat Keluhan Warga, Ini Strategi Jitu Kadis DLH Wajo Tangani Sampah di Jalur Dua Sengkang

Kadis DLH Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal.

LENSA, WAJO – Menanggapi keluhan masyarakat, Inilah salah satu strategi pembersihan sampah ala Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal.

Strategi itu dinilai efektif mengurangi persoalan tumpukan sampah di kawasan pemukiman dan padat penduduk, khususnya di Jalur Dua Sengkang.

Ia bakal menggandeng developer perumahan dan pemerintah kelurahan.

Kemudian, berencana menyiapkan kendaraan yang bertugas mengangkut sampah rumah tangga menyisi rumah warga yang ada di perumahan tersebut.

“Setelah kami amati harus ditangani dari pangkalnya dulu. Artinya, kita mesti menyediakan kendaraan pengangkut sampah yang bertugas di setiap perumahan,” kata Andi Fakhrul Rijal di Sengkang Rabu (11/3/2026).

Mengapa perumahan, kata Andi Rijal karena kebanyakan warga yang bermukim di perumahan minim tempat pembuangan sampah sementara.

“Nanti teknisnya kami gandeng semua developer perumahan. Mereka (developer) yang menyediakan kendaraan, DLH dan Kelurahan bagian operasionalnya, minimal 2 unit mobil atau motor tiga roda lah setiap perumahan,” paparnya.

“Sehingga akan lebih terstruktur dan teratur pengangkutan sampah rumah tangga di setiap perumahan. Jadi, warga hanya menunggu kedatangan kendaraan pengangkut sampah, tanpa repot mencari tempat pembuangan lainnya,” sambungnya menambahkan.

Pejabat yang baru dilantik sepekan lalu oleh Bupati Andi Rosman itu melihat Jalur Dua Sengkang saat ini wajib menjadi fokus pembersihan sampah.

“Kita mulai dari sana dulu, karena memang lokasinya padat pemukiman dan banyak perumahan. Setelah itu kita akan menyisir perumahan lain yang penanganan sampahnya belum efektif,” tegasnya.

Diketahui, Andi Fakhrul Rijal menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo usai dilantik Bupati Andi Rosman, Rabu (4/3/2026) lalu bersama 364 pejabat lainnya.

Warga Minta Pejabat Baru DLH Fokus Tangani Jalur Dua Sengkang, Penuh Sampah

Jalur Dua Sengkang, terletak di Jl Sawerigading dan Jl Rusa acap kali dijadikan tempat pembuangan sampah.

Hal itu tentu mengganggu keindahan ataupub estetika kota.

Terlebih, Jalur Dua Sengkang menjadi salah satu akses utama perputaran sektor ekonomi, baik warga lokal maupun secara regional.

Dari pantauan sisi jalan menuju Kantor Bupati Wajo dan Gedung DPRD Wajo Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali dikeluhkan warga.

Terlihat kantong plastik merah, kuning, dan putih mengeluarkan bau tak sedap. Layaknya bau bangkai hewan menyengat pernapasan warga yang melintas.

Hampir setiap hari jalur itu tak sepi dari kendaraan. Baik kendaraan pribadi, perusahaan negeri dan swasta hingga titik lalu lalangnya mobil ekspedisi dari daerah lain. Apalagi penghubung setidaknya empat Kabupaten.

Warga setempat, Andi Akmal meminta perhatian serius pemerintah mencarikan solusi agar Jalur tersebut bebas dari sampah, khususnya di sisi jalan.

“Kita mi saja liat, masalah sampah di sisi Jalur Dua belum bisa dipecahkan hingga saat ini. Kami rasa pemerintah memang buntu carikan solusi,” ujarnya.

Bahkan, sebut Andi Akmal sudah hampir puluhan pejabat duduki Dinas tekait (DLH) namun belum menemukan titik terang dan penanganan terbaiknya.

“Saya rasa tidak pernah diperhatikan itu Jalur Dua hanya sekedar dibangun saja, selebihnya dibiarkan, utamanya soal sampah nya,” sebut Andi Akmal.

Kendati begitu, dirinya baru saja mendengar adanya mutasi pejabat yang dilakukan Bupati Andi Rosman.

Sehingga, besar harapan pejabat yang diberi amanah mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Utamanya, dia yang punya tanggung jawab masalah kebersihan.

“Saya liat ada pergeseran pejabat. Kalau bisa yang menjabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa turun memantau Jalur Dua sekaligus cari solusi agar bisa bebas dari sampah,”

“Utamakan dulu ini Jalur Dua kasian, banyak sekali sampah,” sambungnya. (*)

Comment