LENSA, TAKALAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Takalar dengan berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Capaian tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua APDESI Kabupaten Takalar, Parawangsa.
Menurut Parawangsa, keberhasilan meraih opini WTP menjadi bukti nyata bahwa tata kelola pemerintahan di Kabupaten Takalar terus bergerak ke arah yang lebih baik, transparan, dan akuntabel. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen kuat Bupati Takalar, Daeng Manye, dalam membangun budaya birokrasi yang profesional serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Predikat WTP bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi merupakan cerminan dari keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan rakyat secara bertanggung jawab. Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Daeng Manye,” ujar Parawangsa.
Ia menambahkan, selama kepemimpinan Daeng Manye, berbagai upaya pembenahan birokrasi terus dilakukan. Mulai dari peningkatan disiplin aparatur, penguatan sistem pengawasan internal, hingga perbaikan administrasi dan pelaporan keuangan yang semakin tertib dan terukur.
Parawangsa melihat adanya perubahan positif dalam budaya kerja aparatur pemerintah. Kesadaran terhadap pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas semakin tumbuh di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Hal tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Takalar meraih opini tertinggi dalam pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah.
Selain itu, sinergi yang terjalin antara pimpinan daerah, OPD, dan unsur pengawasan internal dinilai semakin solid. Koordinasi yang baik tersebut mampu memastikan setiap program dan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan serta tepat sasaran demi kepentingan masyarakat.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Takalar berada pada jalur yang tepat. Kepemimpinan Daeng Manye telah menghadirkan semangat perubahan yang mendorong aparatur bekerja lebih profesional, disiplin, dan melayani masyarakat dengan lebih baik,” jelasnya.
Ketua APDESI Takalar berharap raihan opini WTP dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik hingga ke tingkat desa.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar pemerintah. Karena itu, budaya transparansi, integritas, dan pelayanan yang baik harus terus dipertahankan. Kami mengapresiasi kepemimpinan Bupati Daeng Manye yang mampu membawa Takalar meraih prestasi ini dan berharap Kabupaten Takalar semakin maju, sejahtera, serta menjadi contoh tata kelola pemerintahan yang baik di Sulawesi Selatan,” tutup Parawangsa. (*)
Comment