LENSA, MAKASSAR – Dinas Sosial Kota Makassar menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada 944 jiwa pengungsi yang tersebar di 20 titik pengungsian di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya, Rabu (25/2/2026).
Bantuan tersebut diperuntukkan sebagai menu berbuka puasa bagi para pengungsi.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Buktie Djufri, mengatakan seluruh bantuan telah didistribusikan kepada para pengungsi.
“Alhmdulillah sudah ada bantuan yang tersalurkan semua,” ujar Andi Bukti saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, Dinas Sosial juga menyiapkan makanan untuk sahur yang akan didistribusikan pada Kamis dini hari, 26 Februari 2025.
Untuk mendukung penyaluran logistik, Dinas Sosial juga mendirikan dapur umum yang terpusat di Jalan Abdullah Dg Sirua, Makassar.
“Termasuk kita sudah buat dapur umum, mulai malam ini,” ucap Andi Bukti.
Andi Bukti mengungkapkan alasan Dapur umum Dinsos tidak ditempatkan di area pengungsian, untuk menghindari distribusi yang tidak terkontrol.
“Kita tidak buatkan dapur umum di lokasi pengungsian karena takutnya, biasanya kalau kita (Dinsos) buat dapur umum di lokasi pengungsian biar bukan pengungsi ikut juga makan. Jadi tidak teratur dan tidak ada yang kontrol, kalau dapur umum nya tidak berada di lokasi pengungsian, nanti kita tinggal distribusikan ke lokasi pengungsian,” kata Andi Bukti.
Diketahui, Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Makassar per tanggal 25 Februari 2026, jumlah pengungsi sebanyak 944 jiwa yang tersebar di 20 titik pengungsian.
Di mana, dengan jumlah terbanyak berada di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.
Di antaranya Posko SDN Paccerakkang sebanyak 123 jiwa dan Masjid Nurul Ikhlas Kodam sebanyak150 jiwa.
Di Kelurahan Paccerakkang, pengungsi tersebar di Masjid Ar Ramun sebanyak 53 jiwa, Masjid Al Ummah sebanyak 53 jiwa Masjid Nurul Hikmah sebanyak 29 jiwa , serta Kantor Lurah Paccerakkang sebanyak 39 jiwa.
Sementara itu, di Kecamatan Manggala, pengungsi tersebar di sejumlah masjid, posyandu, hingga rumah warga.
Posko rumah Haji Asri menampung 74 jiwa, disusul Masjid Jabal Nur sebanyak 69 jiwa dan Masjid Al Mubarakah sebanyak 65 jiwa. Adapun di Kelurahan Batua, 55 jiwa mengungsi di Masjid Al Kautsar. (*)
Comment