LENSA, TAKALAR — Kabar menggembirakan datang dari sektor literasi. Kabupaten Takalar berhasil mencatat lonjakan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2025 dengan nilai 26,38, menempatkan daerah ini di peringkat 4 se-Sulawesi Selatan dan peringkat 33 secara nasional.
Capaian tersebut berdasarkan surat resmi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tertanggal 20 Februari 2026.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Takalar, Syainal Mannan, menyebutkan, hasil positif ini merupakan buah kolaborasi banyak pihak dalam mendorong budaya baca dan literasi masyarakat.
“Ini kerja bersama. Mulai dari akselerasi program Bupati melalui ‘Takalar Cepat untuk Takalar Unggul Teknologi Digital’, penguatan literasi digital, peran tim peningkatan IPLM, hingga dukungan perpustakaan sekolah, desa, kecamatan, dan para pegiat literasi,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan, koordinasi intensif juga dilakukan dengan Perpustakaan Provinsi Sulsel serta Perpustakaan Nasional untuk memastikan program berjalan terarah dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk inovasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Takalar telah meluncurkan Perpustakaan Digital KIBACA. Platform ini menyediakan 850 judul buku dengan 3.394 eksemplar digital yang bisa diakses 24 jam melalui aplikasi di Play Store, sehingga masyarakat dapat membaca kapan saja dan di mana saja.
Tak hanya itu, sistem otomasi perpustakaan juga diperkuat melalui layanan digital di Sipakatau.takalarkab.go.id/perpustakaan. Fasilitas pendukung seperti Takalar Learning Centre (TLC) dan Studio Literasi turut disiapkan sebagai ruang belajar dan kreativitas bagi pelajar, komunitas, hingga pegiat literasi.
Meski telah mencatat prestasi membanggakan, pemerintah daerah mengakui masih ada sejumlah tantangan, baik dari sisi kualitas layanan maupun perluasan akses. Karena itu, peningkatan IPLM ke depan menjadi agenda bersama demi mewujudkan Takalar yang lebih maju, cerdas, serta memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (*)
Comment