Pemkot Makassar Jajaki Kerja Sama dengan Kemenlu untuk Promosi Pariwisata dan Maritim

LENSA, JAKARTA — Pemerintah Kota Makassar menjajaki kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memperluas promosi pariwisata dan potensi maritim ke pasar global. 

Upaya tersebut dibahas dalam kunjungan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin ke Kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). 

Munafri diterima Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta. Ia didampingi Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar Andi Zulfitra Dianta dan Kepala Bagian Protokol Setda Kota Makassar Andi Ardi Rahadian.

Munafri mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal Pemkot Makassar memanfaatkan jejaring diplomasi Kementerian Luar Negeri untuk mempromosikan potensi wisata dan kemaritiman Makassar ke tingkat internasional.

“Melalui skema promosi dan pameran luar negeri yang difasilitasi Kemenlu, Kota Makassar berpeluang tampil sebagai kota pesisir strategis yang memiliki wisata, sunset daya saing bisa kita promosikan di luar negeri,” kata Munafri.

Ia menegaskan pemerintah kota siap menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut melalui kegiatan konkret. Salah satunya dengan merancang agenda bertaraf internasional bertajuk Diplomat Day in Makassar yang direncanakan berlangsung pada Mei atau Juni 2026.

“Melalui Diplomat Day in Makassar, para diplomat asing diharapkan dapat melihat, merasakan, dan memahami posisi strategis Makassar sebagai gerbang maritim Indonesia Timur, sekaligus destinasi wisata bahari yang memiliki daya tarik,” ujar Munafri.

Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar Andi Zulfitra Dianta menyampaikan Wakil Menteri Luar Negeri menilai Makassar memiliki posisi geografis yang strategis untuk berkembang sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional di kawasan timur Indonesia.

“Wamenlu melihat Makassar memiliki letak geografis yang sangat strategis, baik sebagai gerbang kawasan timur Indonesia maupun sebagai simpul pertumbuhan ekonomi dan pariwisata internasional,” kata Andi Zulfitra.

Ia menjelaskan Kementerian Luar Negeri saat ini tengah menginisiasi pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata di wilayah timur Indonesia sebagai alternatif destinasi selain Bali. Dalam skema tersebut, Makassar, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat menjadi wilayah prioritas yang akan dipromosikan ke pasar global.

“Fokus Kemenlu pengembangan ini diarahkan untuk menjangkau pasar negara-negara Timur Tengah yang dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi investasi maupun kunjungan wisata,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Wakil Menteri Luar Negeri berencana mengundang para duta besar negara-negara Timur Tengah untuk melakukan kunjungan langsung ke Makassar guna membuka peluang kerja sama di bidang pariwisata, investasi, dan pengembangan kawasan ekonomi.

Menurut Andi Zulfitra, Wamenlu juga memberi perhatian khusus pada potensi wisata Pantai Losari dan kawasan sekitarnya yang dinilai memiliki nilai sejarah, budaya, dan lanskap pesisir yang kuat.

“Di Makassar, Pantai Losari dan kawasan sekitarnya memiliki cerita dan karakter yang kuat. Ini menjadi nilai tambah yang sangat menarik bagi wisatawan internasional, khususnya dari Timur Tengah,” ujar Andi Zulfitra. 

Pemkot Makassar menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas promosi pariwisata ke pasar Timur Tengah. Munafri menilai dukungan Kementerian Luar Negeri menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Makassar di tingkat internasional.

“Sektor Pariwisata Kota Makassar adalah sektor unggulan kita disini. Dukungan Kemenlu tentu menjadi energi baru bagi kami untuk memperluas pasar wisata dan memperkuat posisi Makassar di kancah internasional,” tutup Andi Zulfitra. (*)

Comment