BPBD Makassar Percepat Respons Bencana Lewat SOP SIGAP PESISIR

LENSA, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar meluncurkan Standar Operasional Prosedur (SOP) SIGAP PESISIR (Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Pesisir) untuk mempercepat penanganan kedaruratan di kawasan pesisir. 

Melalui sistem tersebut, BPBD menargetkan waktu respons bencana dipangkas dari sekitar 90 menit menjadi 15 menit.

Inovasi yang digagas Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, itu merupakan proyek perubahan yang berfokus pada reformasi sistem respons kebencanaan. 

Konsep utamanya membangun jejaring kesiapsiagaan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama penanganan awal sebelum bantuan pemerintah tiba,” terang Fadli. 

Menurut Fadli, pengalaman penanganan berbagai kejadian di wilayah pesisir menunjukkan bahwa faktor waktu menjadi penentu keberhasilan penyelamatan korban. 

Selama ini, kata Fadli,  respons penanganan di sejumlah lokasi dapat memerlukan waktu hingga sekitar 90 menit karena dipengaruhi akses, penyampaian informasi, dan koordinasi antarunsur.

“Dengan SOP yang jelas dan pola koordinasi yang terintegrasi, kami menargetkan waktu respons dapat dipercepat hingga sekitar 15 menit,” ujar Fadli. 

Melalui SOP tersebut, BPBD Makassar menetapkan mekanisme baku yang mencakup deteksi dini, pelaporan kejadian, penyebaran informasi, aktivasi relawan dan aparat kewilayahan, hingga koordinasi dengan tim respons BPBD.

 Seluruh tahapan dirancang agar berjalan cepat, seragam, dan terukur saat kondisi darurat terjadi.

Penerapan SIGAP PESISIR diprioritaskan di wilayah pesisir Kota Makassar yang memiliki kerentanan terhadap berbagai ancaman bencana, seperti cuaca ekstrem, gelombang pasang, banjir rob, maupun insiden kedaruratan di perairan.

Fadli menilai keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga pada kapasitas masyarakat sebagai pihak pertama yang berada di lokasi kejadian.

Melalui SOP SIGAP PESISIR, peran warga diperkuat untuk mendukung sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, adaptif, dan berkelanjutan.

Fadli pun  berharap SIGAP PESISIR dapat menjadi model inovasi daerah dalam memperkuat ketangguhan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kebencanaan di Kota Makassar. (*)

Comment