LENSA, MAKASSAR – Semarak Piala Dunia, Phinisi Hospitality Indonesia (PHI) menghadirkan program menarik bertajuk Semarak Bola Gembira. Kegiatan tersebut diumumkan dalam jumpa pers yang di gelar Kamis (4/6/2026).
Manager Marcom Claro Makassar, Richwan Wahyudi menjelaskan, program ini merupakan nobar piala dunia yang di hadirkan PHI.
Meski di gelar oleh PHI, Yudi mengungkapkan hanya ada beberapa unit bisnis yang terlibat. “Yang sudah pasti adalah Claro Makassar, The Rinra Makassar, dengan Claro Kendari.
Kenapa Dalton dengan Almadera tidak ikut? Pertama, Almadera tidak punya kapasitas space tempat. Dalton sendiri masih dalam proses untuk license-nya,” jelasnya.
Khusus di Claro Makassar event olahraga terbesar ini dipusatkan di Carita Lounge. “Jadi selain kita menyemarakkan piala dunia, kita juga memperkenalkan tampilan simple dan minimalis Carita setelah renovasi,” bebernya.
“Kita mulai dari tanggal 11 Juni, sesuai dengan opening. Program kita adalah selama babak penyisihan dengan perempat final itu tidak ada minimal konsumsi, tapi harus membeli makanan.Cuma tidak ada minimal perbelanjaannya. Minum saja boleh, atau misalkan cuman beli jajanan pasar aja boleh.,” jelas Yudi
Selain itu, venue Claro Makassar memuat hingga 70 pax sehingga nyaman untuk nonton piala dunia.
“Jadi kita punya tiga periode nih. Periode penyisihan dengan perempat final itu minimal konsumsi tapi tidak ada minimal consume secara harga. Kemudian, promo untuk semifinal itu Rp150.000 sudah dapat mini buffet, all can eat. Jadi sepanjang pertandingan sudah bisa makan dan minum . Kemudian di final dengan harga tiket Rp190.000 dengan include mini buffet yang lebih komplit lagi,” ungkap Yudi
Meski tak secara gamblang mendorong okupansi, kegiatan ini sangat penting digelar karena ikut meramaikan euforia piala dunia.
“Sebetulnya tidak ada pengaruh ke okupansi. Mungkin ada pengaruhnya ke okupansi nanti saat di weekend. Kenapa? Karena jadwal pertandingan di Piala Dunia itu dari jam 2 subuh sampai jam 11 siang.Di weekdays itu sangat tidak akan pengaruhnya ke okupansi, kecuali di weekend. Dan itu pun tergantung dengan tim-tim yang bertanding. Jadi, kalaupun memang untuk mengangkat okupansi, kita sih berharapnya paling 10-15 persen,” tandasnya. (*)
Comment