LENSA, MAKASSAR – Badan Gizi Nasional (BGN) tetap memberikan dana bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang di tutup sementara sejak April lalu.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Gizi Nasional, Dr Dadan Hindayana saat ditemui di sela-sela peresmian SPPG Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Selasa (28/4/2026)
Dadan mengungkapkan, dana tersebut diberikan perhari dengan jumlah Rp 6 juta. Atau sekitar Rp1 Miliar perbulan meski tak beroperasi menyajikan MBG untuk anak Indonesia.
“Gini, untuk yang sementara tetap diberi. Tetap diberi tapi tetap per hari, Pak ya, karena dia harus mengurus-urus yang lain tadi,” jelasnya.
Dadan mengungkapkan dana yang biasanya digunakan untuk membeli bahan baku MBG tersebut diberikan agar dapat dipergunakan untuk pelatihan karyawannya.
“Karyawannya kan diberi pelatihan dan kemudian harus melakukan hal yang sesuai dengan kebutuhan pada saat penyelesaian,” ujarnya.
Lebih jauh ia mengungkapkan peraptil lau, sekitar sekitar 1.720 SPPG di tutup. Penutupan tersebut disebabkan adanya persyaratan yang belum terpenuhi seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) yang tak memenuhi syarat dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Sempat ada penutupan sementara SPPG di Indonesia, penutupan ini ada berbagai alasan salah satunya SPPG tidak memiliki opal,” ucapnya
“Kedua, ada SPPG yang belum daftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Begitu daftar SLHS-nya langsung dibuka. Nanti tinggal kita lihat mana kualitasnya bagus, layanannya bagus, menunya juga bagus.,” tambah Dadan. (*)
Comment