LENSA, PINRANG – Pemerintah Kabupaten Pinrang terus mendorong peningkatan kualitas tumbuh kembang anak melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyerahan bantuan susu yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan organisasi kemasyarakatan, Kamis (15/10) di dua Kecamatan, Cempa dan Lanrisang.
Pelaksanaan program ini dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Pinrang dengan menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Tim Penggerak PKK, serta Muslimat NU.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat program sekaligus meningkatkan kepedulian berbagai pihak terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak.
Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang, Sri Widiati A. Irwan, mengungkapkan bahwa penyerahan bantuan susu ini dimaksudkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak dalam masa pertumbuhan sekaligus dalam upaya pencegahan stunting.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi keluarga untuk semakin memperhatikan asupan gizi anak sebagai bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Menurutnya, pemenuhan gizi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan perhatian dan dukungan bersama dari pemerintah serta seluruh elemen masyarakat.
Dengan asupan gizi yang memadai, anak diharapkan dapat tumbuh sehat, memiliki daya tahan tubuh yang baik, serta berkembang secara optimal sesuai tahapan usianya.
Lebih lanjut, Sri Widiati berharap program ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pemenuhan gizi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Perhatian terhadap kebutuhan gizi sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing untuk menyongsong Generasi Emas 2045.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat agar upaya pemenuhan gizi anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan melalui bantuan yang disalurkan, tetapi juga melalui meningkatnya kesadaran keluarga dan masyarakat dalam membangun kebiasaan hidup sehat demi masa depan generasi penerus. (Fathur)
Comment