Takalar Dikepung Kabut Asap, Warga Alami Mata Perih 

LENSA, TAKALAR – Kabut asap tebal yang melanda wilayah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebabkan warga mengalami mata merah dan perih saat beraktivitas diluar rumah.

Salah seorang warga Kecamatan Mangarabombang, Daeng Tojeng mengaku bahwa dirinya merasakan mata perih ketika beraktivitas di luar rumah.

“Saya merasa tidak nyaman, terutama saat berada diluar ruangan. Mata saya merah, gatal dan perih,” kata Daeng Tojeng saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Udara buruk yang melanda Kabupaten Takalar beberapa hari ini pun telah mendapat perhatian khusus dari pihak Dinas Kesahatan (Dinkes) setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dr. Nilal Fauziah, M.Kes, mengingatkan warga masyarakat bahwa paparan udara yang kurang baik dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Ia mengimbau warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA), menyusul kondisi kualitas udara yang dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir akibat cuaca ekstrem, debu, dan partikel halus.

Menurut Nilal gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk, pilek, sesak napas, serta iritasi pada mata dan tenggorokan. Risiko gangguan kesehatan tersebut perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, Lanjut Usia (Lansia), serta penderita asma.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dari paparan debu dan partikel halus,” ungkap Nilal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, warga masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah, terutama di jalan raya dan kawasan berdebu. Warga juga diminta mengurangi aktivitas diluar ruangan apabila tidak mendesak, khususnya saat kondisi udara memburuk.

“Warga masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan beristirahat cukup, berolahraga secara teratur sesuai kondisi tubuh, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayuran, serta memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup,” sambung Nilal.

Dinas Kesehatan Takalar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Apabila mengalami batuk berkepanjangan, pilek, demam, sesak napas, atau gejala yang tidak kunjung membaik, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), atau rumah sakit.

Menurut Nilal, Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak kondisi lingkungan terhadap kesehatan warga masyarakat.

“Warga masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak panik, tetapi senantiasa waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Melalui imbauan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar berharap masyarakat semakin peduli terhadap kondisi lingkungan dan mengambil langkah pencegahan sejak dini demi menjaga kesehatan keluarga,” pungkas Nilal. (*)

Comment