LENSA, WAJO – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo, klaim belum ada hewan kurban terkena Penyakit Mulu dan Kuku (PMK) jelang Iduladha 1447 Hijriah.
Hal itu diungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Wajo drh Bone Ramadan Minggu (24/5/2026).
“Sampai saat ini laporan dari petugas belum ada hewan kurban yang terkena penyakit,” kata Bone Ramadan.
“Baik itu gejala penyakit PMK maupun antraks (penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis),” jelasnya.
Lanjut, kata drh Bone, hal itu menyusul karena gencarnya sosialisasi dari DPKP Wajo terhadap peternak dan pedagang hewan, khususnya hewan kurban.
“Karena sebelum itu kami gencar sosialisasi sembari memberikan tips memeriksa hewan secara mandiri,” tuturnya.
Lanjut Bone Ramadan, ribuan hewan kurban telah diperiksa tiga hari jelang Iduladha 1447 H.
“Progres pemeriksaan sudah hampir rampung, total 2.000 lebih sudah kami periksa dan semua hewan kondisi sehat dan siap dikurbankan,” ujar Bone Ramadan.
Terlebih, pihaknya menurunkan puluhan petugas dibantu penyuluh pertanian masing-masing Kecamatan.
“Ada sekitar 29 sampai 30 petugas yang akan memeriksa hewan kurban di 14 Kecamatan se Kabupaten Wajo,” imbuhnya.
Pemeriksaan hewan di fokuskan di tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).
“Ada tiga lokasi titik pemeriksaan hewan nantinya, Puskeswan Majauleng, Tanasitolo dan Pammana. Nanti fokusnya di situ,” katanya.
“Kami juga akan jadwalkan periksa hewan kurban masing-masing di kandang peternak. Tapi fokus dulu di tiga titik itu,” jelas Bone Ramadan.
Salah satu pedagang hewan kurban di Kecamatan Tanasitolo, Rahma, mengatakan, pemberian pakan hijau ke hewan ternak sebanyak tiga kali sehari.
Selain itu, kebersihan ternak juga dijaga dengan memandikan sapi setiap tiga hari sekali.
“Pakan kami murni hijauan, tidak ada tambahan ransum,” kata Rahmat.
“Untuk perawatan, kami juga dibantu beberapa orang tenaga gembala yang setiap hari mengambil pakan,” jelasnya.
Dari sisi kesehatan hewan, Rahmat memastikan bahwa seluruh sapi yang dijual telah melalui proses pemeriksaan sebelum didatangkan ke Kabupaten Wajo.
Pemeriksaan dilakukan oleh dinas peternakan di daerah asal, seperti Provinsi Maluku dan Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Semua sapi sudah diperiksa sebelum diberangkatkan ke sini dan dilengkapi surat dari dinas peternakan setempat,” kata Rahmat.
“Untuk pemeriksaan di sini biasanya dilakukan H-7 oleh dinas terkait,” imbuhnya. (*)
Comment