LENSA, TAKALAR – Wakil Ketua DPW Lembaga Anti Korupsi dan Kekerasan Hak Asasi Manusia (Lankoras-Ham) Sulsel Adi Nusaid Rasyid menyoroti proses pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Takalar, Sulsel.
Sorotan itu dilontarkan Adi Nusaid Rasyid karena pihaknya mengidentifikasi satu kontraktor dadakan di Kabupaten Takalar mengerjakan sejumlah proyek KDMP.
Ia menyebutkan kontraktor inisial IS tersebut diduga mengerjakan sejumlah proyek KDMP di Takalar di antaranya KDMP Kalabbirang, KDMP Mangadu, KDMP Banggae, KDMP Laikang, KDMP Pabundukang, dan KDMP Cikoang.
“Ini sudah mengarah pada persaingan usaha tidak sehat, sebab satu kontraktor yang baru terjun di dunia konstruksi mengerjakan sejumlah proyek KDMP,” kata Adi Nusaid Rasyid dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Aktivis anti korupsi Sulsel itu pun menduga bahwa IS ada hubungan dekat dengan lingkaran kekuasaan di daerah ini karena pembangunan KDMP diatas lahan milik pemerintah hanya boleh dikerjakan oleh IS.
“Hampir semua lahan-lahan milik pemerintah daerah Takalar yang dibanguni proyek KDMP itu diduga dikerjakan oleh IS Cs,” sambung Adi Nusaid Rasyid.
IS diketahui adalah anak dari salah seorang pengusaha bahan bangunan ternama di Kabupaten Takalar yang berdomisili di wilayah Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang.
IS sendiri pun menampik tudingan bahwa ia terlibat langsung dengan sejumlah proyek pembangunan gerai KDMP di Takalar. Ia mengatakan hanya sebatas menjual bahan bangunan.
“Kami tidak terlibat daeng soal pembangunan proyek gerai KDMP,” pungkas IS saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya belum lama ini. (*)
Comment