LENSA, MAKASSAR — Puluhan warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, mengungsi akibat luapan air di wilayah Kodam III, Sabtu malam (10/1/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat 14 kepala keluarga atau 53 jiwa mengungsi sementara di Kantor Kelurahan Katimbang.
Data pengungsi terdiri dari 19 laki-laki dewasa, 18 perempuan dewasa, 4 anak laki-laki, 4 anak perempuan, 5 balita laki-laki, dan 3 balita perempuan. Tidak terdapat bayi, lansia, ibu hamil, maupun penyandang disabilitas dalam data sementara tersebut.
Pengungsian dilakukan menyusul genangan air dengan ketinggian 10 hingga 30 sentimeter yang terpantau sejak pukul 22.42 WITA.
Meski demikian, akses jalan di lokasi kejadian masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Cuaca dilaporkan cerah dan kondisi secara umum terkendali.
Pemantauan lapangan dilakukan oleh Personel Regu 1 Posko Mulia Tamalanrea yang telah bersiaga sejak awal untuk memonitor perkembangan kondisi di lokasi rawan.
Kepala BPBD Kota Makassar, Dr Fadli Tahar mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu terpantau adanya potensi banjir.
“Kami melakukan pemantauan langsung di titik rawan sejak malam hari. Prinsip kami jelas, masyarakat tidak menunggu lama. Begitu ada potensi membahayakan, kami hadir untuk memastikan keselamatan warga,” kata dia.
BPBD, kata dia, akan terus bersiaga selama 24 jam dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna mengantisipasi perkembangan situasi.
Dr Fadli Tahar pun mengimbau warga yang bermukim di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya.
Camat Biringkanaya, Juliaman, mengatakan pihak kecamatan bersama kelurahan dan unsur kewilayahan telah menyiapkan lokasi pengungsian sementara.
“Kantor Lurah Katimbang kami siapkan sebagai tempat pengungsian yang aman. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan KSB agar pelayanan terhadap warga berjalan optimal,” ujar Juliaman.
Sementara itu, Koordinator Data Pengungsian Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Katimbang, Andi Mulyadi, mengatakan pendataan pengungsi dilakukan secara berkelanjutan.
“Data bersifat dinamis dan terus diperbarui agar penanganan di lapangan bisa tepat sasaran,” kata Andi Mulyadi. (*)
Comment