Hadapi 2029, Hanura Sulsel Fokus Benahi Struktur Kepengurusan Daerah

LENSA, MAKASSAR — Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tengah menggenjot pembentukan struktur kepengurusan untuk 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Targetnya tuntas selambat-lambatnya Februari 2026.
Saat ini, sudah terbentuk 4 kepengurusan DPC Hanura di tingkat daerah. Yakni Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, dan Tana Toraja.
“Saat ini sudah kita jadwal untuk pelantikan kepengurusan DPC Hanura Pinrang dan Wajo,” ucap Bappilu Hanura Sulsel, H Nanda, Kamis (8/1/2026).
Rencananya, pelantikan akan dilakukan berentetan. Di Pinrang pada tanggal 12 Januari, lalu lanjut di Wajo tanggal 13 Januari.
“Nanti Pak Ketua DPD Hanura Sulsel (Andi Bau Sawa Mappanyukki) akan langsung datang melantik pengurus-pengurus tersebut,” ungkap Nanda.
Nanda menjelaskan, pembentukan struktur kepengurusan ini berjalan bergiliran. Diakui Nanda, pembentukan ini dimulai dari wilayah utara ke selatan di Sulsel.
“Memang kita sisir dari wilayah yang terjauh dulu, dari utara ke selatan,” katanya.
Kendati demikian, pembentukan dan pelantikan kepengurusan Hanura ini juga mengacu pada rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP Hanura.
Saat ini, katanya, hampir seluruh DPC Hanura di daerah telah melakukan penjaringan calon ketua. Setelah itu, lanjut Nanda, para calon tersebut disetor nama-namanya untuk disaring dan ditetapkan sebagai ketua.
“Yang dimuscabkan adalah calon yang sudah memiliki rekomendasi dari DPP. Jadi harus ada calon sudah ditentukan oleh DPP baru bisa gelar muscab,” ujarnya.
Nanda juga menyatakan, kader eksternal pun punya peluang untuk memimpin DPC Hanura. Meski, lanjut Nanda, bila daerah tersebut ada kader Hanura yang menjadi Anggota DPRD, maka legislator yang di daerah yang diprioritaskan.
“Kalau memang ada anggota dewan, kita prioritaskan anggota dewan. Tapi tetap terbuka peluang untuk figur eksternal. Semua pendaftar tetap kita evaluasi,” ucapnya.
Seperti diketahui, di 24 kabupaten/kota saat ini, hanya ada 20 kader Hanura yang berstatus anggota DPRD. Itu pun hanya tersebar di 14 kabupaten/kota.
Hanura memang tengah berbenah sejak peralihan kepemimpinan dari Amsal Sampetondok ke Andi Bau Sawa Mappanyukki pada tahun 2025 lalu. Apalagi, perolehan kursi Anggota DPRD di kabupaten/kota dari Hanura terbilang menurun dibanding pada hasil Pileg 2019 lalu.
Untuk itu, kata Nanda, para calon ketua DPC yang sudah ditunjuk oleh DPP Hanura punya 2 tugas utama. Pertama, diberi tenggat waktu 15 hari untuk merampungkan struktur kepengurusan DPC.
“Yang dilantik ketuanya dulu. Setelah itu diberi waktu 15 hari untuk melengkapi pengurus,” ujar Nanda.
Tugas kedua, imbuh Nanda, yakni mulai menjalin komunikasi dengan para calon anggota legislatif yang ingin bergabung. Hal ini dipersiapkan lebih dulu untuk menghadapi momentum politik tahun 2029.
“Yang lebih cepat tentu lebih baik,” tegasnya.
Hal itu, menurut Nanda, penting untuk dilakukan untuk memenuhi target Hanura di event politik mendatang. Hanura, kata Nanda, sudah memasang target agar seluruh daerah pemilihan (dapil) di tiap daerah yang diikuti oleh kader Hanura, bisa diisi, minimal 1 kader.
“Target kami tidak muluk-muluk. Setiap dapil minimal ada satu orang. Begitu juga di tingkat provinsi, setiap dapil kita target satu kursi,” jelasnya.
Makanya, Hanura berencana akan menuntaskan seluruh musda sekaligus pelantikan DPC paling lambat Februari mendatang.
“Itu target kami. Mudah-mudahan bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Lebih jauh, Nanda juga mengungkap, Hanura Sulsel tetap membuka peluang untuk figur-figur politik di Sulsel yang ingin bergabung. Ia menegaskan, kekuatan politik dibangun dengan kebersamaan dan kesatuan antar figur dalam menjalankan visi misi partai.
“Kita tidak memaksakan semua, tapi juga tidak menjegal. Kita komunikasikan dengan baik, terutama dengan caleg-caleg yang berpotensi,” pungkas Nanda. (*)

Comment